JAKARTA – Program mandatori bahan bakar nabati (BBN) sebesar 10% yang dicanagkan pemerintah kini terkendala dengan menurunnya harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar internasional.
Ketua Umum Asosiasi Produsen Bioefuel Indonesia (Aprobi) M.P. Tumanggor, seperti dilansir Warta Ekonomi, Kamis (5/2/2015), mengungkapkan turunnya harga CPO dan minyak dunia berimbas pada program B10 karena tidak lagi ekonomis.
Hingga kini, katanya, terdapat 11 perusahaan CPO yang memproduksi biodiesel dengan penyuplaian ke pertamiana sebesar 5,2 juta liter. Namun dengan kondisi seperti ini, perusahaan-perusahaan itu akan menghentikan pasokan biodieselnya ke pertamina.
“Kami memproduksi biodiesel mengikuti instruksi pemerintah dan pada saat itu masih ada keuntungan. Namun, kami tidak memperhitungkan bahwa harga solar akan turun seperti saat ini,” ujarnya.’
Ia menjelaskan, harga CPO yang saat ini sekitar US$600 per ton memberikan kerugian produsen biodiesel antara US$275 dan US$350 per ton. (T3)










