Berita Lintas
sawitbaik

90 Peneliti Muda Dibekali Tentang Perkebunan Kelapa Sawit, Sebelum Lakukan Penelitian



90 Peneliti Muda Dibekali Tentang Perkebunan Kelapa Sawit, Sebelum Lakukan Penelitian

InfoSAWIT, MEDAN Program Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa Tahun 2022 telah memilih sebanyak 30 kelompok penelitian yang didukung pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS). Dalam rangka memberikan pembekalan bagi mahasiswa sebelum melakukan penelitian, BPDPKS menyelenggarakan kegiatan pengenalan Industri Kelapa Sawit yang mendatangkan 90 orang peneliti mahasiswa dari hampir seluruh wilayah Indonesia.

Meraka adalah peneliti-peneliti muda yang diharapkan menjadi Generasi Peneliti Masa Depan. Ada yang berasal dari Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, IPB University, Politeknik Caltex Riau, Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Bengkulu, Universitas Sumatera Utara, Universitas HKBP Nommensen, Universitas Islam Sumatera Utara, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Politeknik LPP Yogyakarta, Universitas Jember, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Lampung, Universitas Negeri Semarang, Universitas Padjadjaran, Universitas Palangka Raya, dan Universitas Sebelas Maret.

Kegiatan pengenalan dilaksanakan selama dua hari sejak tanggal 7 - 8 Juni 2022 dengan mengunjungi salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Propinsi Sumatera Utara, PT. Paya Pinang Group. Kegiatan workshop dibuka oleh Plt. Direktur Penyaluran Dana, Zaid Burhan Ibrahim, yang menyampaikan tentang perkembangan program Penelitian dan Pengembangan yang dilakukan oleh BPDPKS.

Saat ini BPDPKS telah mendanai sebanyak 234 kontrak perjanjian kerjasama dengan 70 lembaga litbang dan 80 Riset Mahasiswa dengan keterlibatan 840 orang peneliti dan 346 orang mahasiswa. Publikasi Ilmiah dari hasil riset telah dilakukan baik melalui jurnal nasional maupun internasional, penyusunan buku dan registrasi paten untuk melindungi HaKI.

“Publikasi ilmiah yang dilaporkan ke kami sekitar 201 jurnal, dan telah didaftarkan sebanyak 42 paten serta terdapat 6 buku yang telah dicetak,” katanya dalam laman resmi BPDPKS.

Sementara Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) cabang Sumatera Utara Alexander Maha menyampaikan  tentang sejarah dan status terkini kelapa sawit Indonesia beserta tantangan dan peluang yang dihadapinya.

Dimana materi yang diberikan kepada mahasiswa antara lain tentang sustainability di industri kelapa sawit, perkembangan inovasi industri hilir kelapa sawit dan juga tentang bagaimana pelaksanaan dan penulisan penelitian yang baik, termasuk tentang bagaimana cara pengadiministrasian dan pelaporan keuangan kegiatan penelitian.

Bagi kolompok penelitian yang telah disetujui pendanaanya diberikan dana penelitian maksimal sebesar 20 Juta untuk melaksanakan penelitian selama 6-8 bulan. Sebagai apresiasi pada akhir penelitian akan diberikan trophy dan uang senilai Rp50 juta untuk pemenang pertama, Rp35 juta untuk pemenang kedua, dan Rp25 juta untuk pemenang ketiga.

Disampikan oleh Zaid Burhan Ibrahim, bahwa kegiatan ini menjadi sebuah penyemangat bagi para generasi muda untuk berkontribusi nyata dalam memperkaya khasanah keilmuan tentang kelapa sawit. “Semakin banyak generasi muda meneliti kelapa sawit dari berbagai aspek, maka akan semakin tergambar nyata data dan fakta keunggulan kelapa sawit Indonesia dan kebutuhannya,” tandas Zaid. (T1)