Berita Lintas
sawitbaik

Harga Minyak Sawit Masih Berfluktuasi, Pasar Respon Perubahan BK CPO



Dok. Istimewa
Harga Minyak Sawit Masih Berfluktuasi, Pasar Respon Perubahan BK CPO

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia menguat pada hari Jumat (10/6/2022), setelah pemerintah Indonesia resmi menurunkan Pungutan Ekspor (PE) dan menaikan Bea Keluar minyak sawit mentah (CPO). Sementara pasar selama seminggu terakhir mengalami penurunan harga dari tiga minggu terakhir, mengantisipasi membanjirnya minyak sawit paska Indonesia membuka ekspor kembali.

Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman Agustus di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 31 ringgit per ton, atau naik sekitar  0,5%, menjadi RM 6.241 (US$ 1.419,38) per ton pada awal perdagangan.

Selama seminggu terakhir harga minyak sawit mengalami penurunan sekitar 3%, ini terjadi juga akibat dampak pembatasan aktivitas dalam memerangi Covid-19, utamanya di beberapa wilayah Shanghai, China.

Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, Kementerian Keuangan Indonesia menaikkan Bea Keluar (BK) CPO dengan nilai maksimum US$ 288 per ton, ketika harga acuan CPO pemerintah ditetapkan di atas US$ 1.500 per ton.

Pusat komersial China di Shanghai menghadapi kembali ujian COVID-19 massal yang tak terduga bagi sebagian besar penduduk akhir pekan ini - hanya 10 hari setelah penguncian seluruh kota dicabut - meresahkan penduduk dan meningkatkan kekhawatiran tentang dampaknya terhadap bisnis.

Kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian DBYcv1 turun 1%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 2,4%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,6%.

Analis Teknis Reuters, Wang Tao, mencatat harga minyak kelapa sawit diprediksi bisa naik menuju RM 6.423 ringgit per ton, karena telah stabil di sekitar RM 6.138 per ton dan berpeluang naik diatas RM 6.233 per ton. (T2)