Berita Lintas
sawitbaik

Harga TBS Sawit Masih Fluktuatif, Pengepul Memilih Sikap Hati-hati



Dok. InfoSAWIT
Harga TBS Sawit Masih Fluktuatif, Pengepul Memilih Sikap Hati-hati

InfoSAWIT, PANGKAL PINANG - Para pengepul di Provinsi Bangka Belitung (Babel) memilih bersikap hati-hati dan berhitung secara cermat dalam melakukan pembelian tandan buah segar (TBS) sawit produksi petani sawit swadaya.

"Sebab sewaktu-waktu harga TBS sawit bisa jatuh. Misalnya, bisa jadi pagi hari harga Rp 2.000 per kilogram tapi pas sore hari malah jadi lebih rendah," kata Nasrun Ali, seorang petani sawit sekaligus pengepul di Provinsi Babel, kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Sikap berhati-hati itu pun disarankan oleh sejumlah pemilik Ram atau toke sawit kepada dia dan para pengepul lainnya. Salah satu pengurus DPW Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE) Provinsi Babel ini menyebutkan, ternyata para pemilik Ram juga merasakan sekali dampak dari gejolak harga TBS di tingkat pabrik kelapa  sawit (PKS).

"Harga di PKS bisa berubah, atau malah tutup karena tangki milik PKS penuh. Akhirnya hal ini bisa menekan harga pembelian TBS pihak ketiga. Jadi, semua rantai penjualan TBS menjadi terdampak," kata pria berusia 47 tahun ini.

Ia lalu mencontohkan harga TBS sawit saat ini di tingkat Ram di Babel yang rata-rata Rp 2.000 per kg. Dengan harga itu, ia dan para pengepul lainnya terpaksa mengenakan harga sekitar Rp 1.600 atau Rp 1.700 per kg untuk pembelian TBS petani.

Kata dia, selisih Rp 300 sampai Rp 400 per kg bukan semata untuk menutupi ongkos transportasi ke Ram, melainkan juga sebagai wanti-wanti jika harga TBS di Ram ternyata turun menjadi di bawah Rp 2.000 per kg.

Ia sendiri mengeluh dengan kondisi ini. Ia merasa sangat heran, harga TBS bisa turun sedemikian drastis tapi kalau naik hanya merayap. "Kayak siput kenaikan harga TBS ini, merayap lambat. Tapi sebaliknya, kalau harga turun, malah kesannya merosot drastis," tegas Nasrun Ali. (T5)