InfoSAWIT, JAKARTA - Buah-buahan termasuk bahan yang bersifat perishable sehingga mudah rusak atau busuk. Kerusakan atau busuknya buah terjadi karena proses alami ataupun karena proses penanganan pascapanen yang kurang tepat misalnya saat proses pengiriman dan distribusi.
Umur simpan buah yang pendek membuat petani buah, pedagang buah maupun ekspotir buah mengalami kesulitan dalam memasarkan produknya secara luas, terutama konsumen di luar negeri seperti negara-negara Timur Tengah dan Uni Eropa.
Sebab itu, Pusat Riset Agroindustri dibawah Organisasi Riset Pertanian dan Pangan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah menciptakan larutan pelapis (coating) buah dari produk turunan kelapa sawit yang dapat memperpanjang umur simpan dan kesegaran buah. Riset ini memperoleh dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS)
Kepala Divisi Program BPDPKS, Arfie Thahar mendukung sepenuhnya riset sawit yang dilakukan oleh Pusat Riset Agroindustri BRIN karena Indonesia adalah produsen sawit terbesar sedunia, sebagian besar produknya di ekspor dalam bentuk minyak mentah CPO (crude palm oil/CPO).
“Dengan semakin banyaknya produk turunan sawit dimanfaatkan maka nilai tambah akan semakin banyak dinikmati bagi kemakmuran bangsa Indonesia. Larutan coating buah ini adalah salah satu contoh pemanfaatan bahan turunan minyak sawit,” catat Arfie dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.
Sementara Kepala Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP) BRIN, Puji Lestari, sepakat telah memprogramkan kegiatan riset sawit dari tahapan on-farm maupun off-farm dan bakal melibatkan seluruh Pusat Riset yang ada di ORPP BRIN.
Salah satu tahapan riset coating buah adalah mendapatkan umpan balik dari masyarakat untuk menyempurnakan hasil risetnya. Untuk itu dilakukan aplikasi coating kepada petani produsen dan pelaku usaha buah Jawa Timur pada tanggal 23 sampai 26 Mei 2022 lalu berlokasi di Batu, Jawa Timur. Kegiatan aplikasi coating buah ini disambut baik oleh Walikota Batu karena Kota Batu adalah salah satu produsen buah-buahan andalan Jawa Timur.
Kepala BRIN dalam sambutannya yang dibacakan oleh Deputi Pemanfaatan Riset dan Inovasi, Hendryan, sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Pusat Riset Agroindustri dan berharap aplikasi coating berbasis sawit ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan pelaku usaha buah dalam memperluas pasar sehingga dapat meningkatkan ekspor dan devisa negara.
Keunggulan dari larutan coating dari sawit ini adalah harganya lebih murah dibanding larutan coating yang selama ini ada yang terbuat dari lilin lebah (bee wax). Kepala Pusat Riset Agroindustri, Mulyana menyatakan bahwa murahnya harga coating karena bahan dasarnya diformulasi dari turunan minyak sawit yang tersedia melimpah di Indonesia.
“Larutan coating dari sawit ini aman untuk konsumsi dan termasuk kedalam golongan edible coating. Penggunaan coating pada buah mangga terbukti memperpanjang umur simpan dan kesegaran buah sebesar tiga kalii lipat dibandingkan tanpa coating,” tandas Mulyana. (T2)













