InfoSAWIT, JAKARTA – Belakangan ini industri kelapa sawit nasional sedang dihadapkan berbagai macam isu, baik dari harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang tak kunjung seperti sediakala, termasuk harga minyak sawit yang malah kian terpuruk, paska keran ekspor dibuka kembali.
Guna mendiskusikan beragam permasalahan di sektor kelapa sawit, asosiasi yang menaungi beragam planter termasuk dari sektor kelapa sawit yakni Indonesian Planters Society (IPS) berkesempatan untuk melakukan silaturahmi dan sharing informasi dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS), pada Kamis (16/6/2022).
Pada kesempatan tersebut pengurus lembaga yang telah berbadan hukum sesuai SK Menkumham RI Nomor AHU-0007108.AH.01.07 Tahun 2018 Tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan INDONESIAN PLANTERS SOCIETY, diwakili Ketua Umum IPS, Jamalul, Sekretari Jenderal IPS, Ronald Marpaung, serta Ketua DPP, Darus Salam dan Gema. Diterima langsung oleh Direktur Utama BPDPKS, Eddy Abdurachman (Direktur Utama), Direktur Perencanaan & Pengelolaan, Kabul Wijayanto serta Direktur Penghimpunan Dana, Sunari.
Diungkapkan Jamalul, pihaknya telah memiliki beragam program asosiasi yang akan dilaksanakan guna mendukung pengembangan industri kelapa sawit nasional, seperti diantaranya berkaitan dengan kampanye positif kelapa sawit yang dibungkus dalam kegiatan Seminar, Talk Show, Workshop, Youtube & berita positif sawit.
“IPS juga bisa memberikan Pendampingan secara teknis untuk program Peremajaan Sawit Rakyat, khususnya mengenai budidaya terbaik, Sertifikasi Profesi Pekerja Sawit dan Pembinaan UMKM Sawit,” kata Jamalul dalam keterangannya kepada InfoSAWIT, Sabtu (18/6/2022).
Sementara diungkapkan Eddy Abdurachman, program-program yang telah disampaikan pihak IPS sejalan dengan program yang ada di BPDPKS, promosi sawit BAIK perlu dilakukan secara terus menerus agar produksi Kelapa Sawit bisa diterima di semua negara dan juga ada kaitannya dengan persaingan bisnis minyak nabati terutama kedelai & biji bunga matahari.
“Program UMKM, BPDPKS sangat mendukung dan selama ini sudah berjalan seperti Batik Sawit, produk makanan dari sawit dan kegiatan UMKM ini harus melibatkan berbagai Instansi,” tutur Eddy.
Senada diungkapkan Direktur Perencanaan & Pengelolaan sekaligus Plt. Direktur Kemitraan, Kabul, sangat mendukung program IPS khususnya kemitraan dan promosi sawit BAIK terutama kaitannya dengan peningkatan produktivitas sawit.
Lantas, terkait masalah industry kelapa sawit saat ini terjadi, dengan adanya program Flush Out diharapkan bisa mempercepat ekspor CPO sehingga tangki penyimpanan CPO di Pabrik Kelapa Sawit yang saat ini penuh dapat kosong kembali.
Para Ketua DPP IPS sepakat, bahwa dalam program PSR perlu didukung dengan adnaya pendampingan khusus mengenai teknis replanting dan cara budidaya sawit yang baik (penerapan Best Management Practices /Good Agricultural Practices) serta penggunaan bibit unggul.
Sebab bila kegiatan replanting tidak dilakukan dengan benar mulai dari penumbangan, gali & tutup lobang, chipping, rumpuk sampai dengan tanam maka akan berdampak pada performance tanaman sawit dan bibit unggul pastinya akan berpengaruh terhadap produksi yang akan diperoleh, ungkap Darus Salam dan Ronald Marpaung. (T2)










