InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) kontrak berjangka di Bursa Malaysia Derivatives diperkirakan akan diperdagangkan dengan harga yang terus menurun, lantaran adanya prediksi pasokan yang lebih tinggi pada minggu depan.
Pedagang minyak sawit David Ng mengatakan, prospek diperkirakan akan bearish menyusul perkiraan produksi yang lebih tinggi dari Asosiasi Pabrik Kelapa Sawit Semenanjung Selatan Malaysia (SPPOMA) dan Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA).
“Kami mengharapkan harga berkisar antara RM 5.000 dan RM 5.800 per ton,” katanya seperti dilansir Bernama.
Untuk periode minggu yang baru saja berakhir, harga minyak sawit mentah (CPO) di Bursa Berjangka Malaysia sebagian besar melemah di tengah kekhawatiran atas melemahnya permintaan disaat pencabutan larangan ekspor CPO Indonesia dilakukan dan perkiraan produksi yang lebih tinggi dalam beberapa minggu kedepan.
Dilansir The Star, dibandingkan selama periode Jumat ke Jumat, harga spot Juli 2022 turun RM 464/ton menjadi RM 5.679 per ton, Agustus 2022 kembali turun RM 396/ton menjadi RM 5.524 per ton, September 2022 turun RM 312/ton menjadi RM 5.454 per ton, Oktober 2022 menyusut RM248 menjadi RM5 ,429 per ton, November 2022 turun RM 225/to menjadi RM 5.440 per ton dan Desember 2022 turun RM 159/ton menjadi RM 5.460 per ton. (T2)










