InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit pada Bursa Berjangka Malaysia tercatat naik pada Kamis (23/6/2022), terdongkraknya harga minyak sawit ini lantaran adanya aksi beli setelah sebelumnya jatuh ke level terendah dalam enam bulan terakhir. Namun demikian adanya kekhawatiran permintaan yang melemah dan melorotnya harga minyak mentah telah membatasi kenaikan harga.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman September 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 51 per ton, atau terdapat kenaikan sekitar 1,13%, menjadi RM 4.550 (US$ 1.032,80) per ton pada awal perdagangan.
Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, ekspor Malaysia pada periode 1-20 Juni menukik antara 10% dan 17% dari bulan sebelumnya, menurut catata data darisurveyor kargo, menyusul prediksi permintaan diperkirakan akan tetap lemah lantaran kegiatan ekspor minyak sawit dari Indonesia mulai kembali normal.
Kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 turun 4,4%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 4,5%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 2,1%.
Sementara, harga minyak mentah tercatat turun 2% di awal perdagangan, memperpanjang kerugian dari hari sebelumnya, sebab para investor mengkhawatirkan bakal adanya kenaikan suku bunga AS yang agresif dapat memicu resesi dan mengurangi permintaan bahan bakar.
Minyak mentah berjangka yang lebih lemah membuat kelapa sawit menjadi pilihan yang kurang menarik untuk bahan baku biodiesel.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit mungkin akan tetap berada di RM 4.742 per ton, dengan adanya potensi kenaikan sekitar RM 4.896 per ton. (T2)










