InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Harga minyak sawit pada Bursa Berjangka di Malaysia kembali tercatat menurun sebanyak 4% pada Jumat (24/6/2022), menjadi kejadian penurunan mingguan terendah semenjak pertengahan Maret 2022 lalu, menyusul adanya penurunan harga minyak kedelai dan adanya prediksi peningkatan produksi.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman September 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange merosot RM 167 per ton, atau terdapat penurunan sekitar 3,52%, menjadi RM 4.577 (US$ 1.039,52) per ton di awal perdagangan.
Dengan demikian harga minyak sawit di kontrak Bursa Berjangka tercatat telah menurun 16% dalam periode satu minggu ini, atau menjadi penurunan mingguan ketiga secara berturut-turut.
Dikutip InfoSAWIT dari Reuters, Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (MPOA) pada Kamis (23/6/2022) telah memperkirakan produksi selama periode 1-20 Juni bakal ada peningkatan sekitar 15,9% dari bulan sebelumnya, catat para pedagang.
Sementara itu dalam gelaran G7, Negara-negara yang tergabung dalam kelompok tersebut, termasuk Jerman dan Inggris, telah sepakat untuk mengabaikan program biofuel guna menekan melonjaknya harga pangan, pada minggu seperti dilansir Reuters.
Kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 turun 2%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 turun 3,1%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 memperpanjang kerugian setelah terjadi penurunan 5,3%, di tengah kekhawatiran bahwa ekonomi global yang melambat dapat membatasi permintaan.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat harga minyak kelapa sawit mungkin akan berada di RM 4.588 per ton. (T2)










