InfoSAWIT, ROKAN HULU - Melemahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit produksi petani sawit swadaya tidak mampu melemahkan perjuangan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS). Organisasi petani sawit swadaya in tetap semangat melakukan beragam edukasi terhadap petani binaan mereka.
SPKS Pusat dan Cabang Rokan Hulu melaksanakan kegiatan "Rembug Tani" yang diadakan di Desa Sikebau Jaya, Kecamatan Rokan IV Koto, pada Kamis (23/6/2022) lalu.
Sabarudin dari SPKS Nasional menyebutkan, SPKS sampai saat ini terus berkomitmen bersama petani swadaya. Saat ini pihaknya sedang mendampingi para petani sawit di beberapa kabupaten seperti Paser (Kalimantan Timur), Sanggau dan Sekadau (Kalimantan Barat), Seruyan (Kalimantan Tengah).
Hal yang sama juga mereka lakukan di sejumlah kabupaten di Pulau Sulawesi dan Sumatera. Nah, untuk Pulau Sumatera, pihaknya punya petani dampingan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatera Utara, serta Siak dan Rohul di Riau. Rokan Hulu di Riau.
"Proses pendampingan dilakukan karena SPKS melihat terlalu banyak konflik serta masalah yang terjadi di tingkat petani swadaya," kata Sabaruddin dalam keterangan resmi yang diterima InfoSAWIT, Jumat (24/6/2022).
Sementara itu Ketua SPKS Rokan Hulu, Yusro Fadly mengingatkan para petani sawit di tingkat desa harus kuat dan bersatu, baik kuat secara data maupun secara kelembagaan.
Dengan demikian di masa depan para petani sawit di Rohul bisa menikmati harga pembelian TBS yang layak sesuai penetapan dari Dinas Perkebunan. Ia mencontohkan TBS petani Plasma atau bermitra dihargai Rp 2.400.
"Sementara TBS produksi petani swadaya dihargai hanya Rp 1.000 - Rp 1.400 per kg. Ini kan jelas dan nyata ketimpangan yang terjadi di petani swadaya. Karena itu SPKS berkomitmen untuk mendampingi para petani swadaya ini agar bisa kuat dan bersatu, sehingga ketimpangan-ketimpangan itu tidak lagi terjadi," kata dia.
Pihaknya juga mengajak para petani sawit swadaya yang memiliki sekitar 41% lebih lahan di Rokan Hulu untuk bersatu di dalam kelembagaan, baik itu dalam bentuk kelompok tai (Poktan), gabungan kelompok tani (Gapoktan), perkumpulan maupun koperasi.
Dalam kesempatan itu SPKS Nasional menyerahkan secara simbolis sertifikat RSPO Kepada Perkumpulan Petani Sawit Swadaya Tambusai Sejahtera (PPSSTS) Rokan Hulu yang diterima langsung oleh Mardoli Pasaribu selaku Ketua ICS-nya.
PPSSTS adalah perkumpulan ampingan SPKS yang berada di Desa Tambusai Barat dan Desa Batas, Kecamatan Tambusai.
Sertifikat RSPO itu merupakan sertifikasi bagi kebun petani sawit dari pasar iternational.
"Sertifikat RSPO merupakan capaian tertinggi dari setiap petani. Sertifikat RSPO itu bisa memacu para petani untuk mengelola kebun serta hasil kebun petani sudah sesuai standar international atau standar pasar," kata Yusro Fadli. (T5)










