Berita Lintas
sawitbaik

GEETHA GOVINDAN : MENJADI SPESIALIS SAWIT



GEETHA GOVINDAN : MENJADI SPESIALIS SAWIT

Melalang buana hampir separuh dunia, Geetha mencari peruntungan hidup. Semula, bercita-cita menjadi seorang Dokter Spesialis, namun nasib mempertemukannya dengan perkebunan kelapa sawit. Beradu nasib bekerja di Indonesia, sebagai pekerja asing yang mampu bekerja keras hingga meraih kesuksesan karir.

Geetha Govindan, kini bisa lebih banyak tersenyum. Pasalnya, kegigihan dan kerja keras yang ditorehnya mampu membuahkan hasil maksimal. Menjadi orang nomor satu di sebuah perusahaan emiten di Indonesia. Tak hanya berbekal itu, berbagai prestasi hasil kerja, juga turut mengantarkan kesuksesannya.

Terlebih, visi sebagai seorang pemimpin yang diterapkannya dalam bekerja. Tak kenal lelah, Geetha selalu mencari berbagai referensi dan ilmu baru, guna meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit. Hasilnya, produktivitas yang mampu digenjotnya, turut menjadikan perusahaan serba efisien dan ramah lingkungan.

Bukan sekadar basa-basi, sejak awal, dia merintis kerja keras dengan tekun di sebuah perusahaan milik asing di negara ibu nya. Sekitar 16 tahun lamanya, Geetha bekerja di perkebunan kelapa sawit milik SOCFIN Co Bhd, dengan berbagai posisi kerja yang dilakoninya.

“Bekerja di perkebunan kelapa sawit, waktu itu, sangat dihormati masyarakat sekitarnya,” kata dia bercerita.

Kendati baru pertama kali bekerja, namun dia mampu melakoninya dengan penuh kesabaran. Alhasil, dirinya terbentuk menjadi pekerja keras yang tekun dan sabar.  Tahun 1983 hingga 1999, dirinya mengabdi sepenuh hati, hingga perjuangannya berlanjut ke negeri tetangga.

Hijrah ke Indonesia

Negara Indonesia, menjadi pilihan berikutnya, lantaran perkebunan kelapa sawit yang terdapat di dalamnya lebih besar dibandingkan negerinya. Berbekal melamar di perusahaan Sinar Mas, dirinya berhasil masuk ke Indonesia sebagai pekerja asing. Kendati hanya sebentar, lantaran dia kembali tertarik bekerja di perusahaan milik asing yang berada di Indonesia.

PT Rea Kaltim Plantations, menjadi pijakan berikutnya, sejak tahun . . .