Berita Lintas
sawitbaik

INFO PETANI : TEKNIK BUDIDAYA TUMPANG SARI BANTU LINDUNGI KERAGAMAN HAYATI



INFO PETANI : TEKNIK BUDIDAYA TUMPANG SARI  BANTU LINDUNGI  KERAGAMAN HAYATI

Teknik budidaya tumpang sari atau menanam tanam sela, terbukti mendongkrak pundi keutungan petani. Bahkan kabar terbaru bisa juga sebagai upaya melindungi keragaman hayati.

Menaman pohon sawit saat ini memang menjadi pilihan menguntungkan bagi petani dipelosok nusantara. Dengan cara budidaya yang terbilang sederhana dan tidak terlalu rumit, petani bisa menanam pohon kelapa sawit dengan mudah. Kendati untuk mencapai produktivitas tinggi dibutuhkan teknik budidaya yang lebih baik.

Eforia membudidayakan sawit seolah tak bisa dibendung, banyak dari sekian petani di Indonesia tertarik guna mengkonversi lahan pertaniannya menjadi perkebunan kelapa sawit. Kondisi demikian cukup berasalan, lantaran belum ada komoditas selain kelapa sawit yang bisa memberikan keuntungan tinggi.

Hanya saja memang jangan terlalu percaya bahwa dengan menanam pohon kelapa sawit langsung dapat untung besar. Pada kenyataannya, membudidayakan pohon kelapa sawit butuh kehati-hatian, semisal mesti menggunakan bibit sawit unggul dari produsen resmi benih sawit nasional.

Selain itu petani juga mesti mempersiapkan penghasilan di luar kebun sawitnya, sebab untuk masa penanaman diawal sekitar 2,5 tahun sampai 3 tahun pertama, petani mesti puasa hasil, dikarenakan pohon sawit belum bisa berbuah sehinga belum bisa memberikan keuntungan.

Dengan demikian, dikala masa penanaman sampai tahun ketiga petani lebih banyak mengeluarkan dana ketimbang mendapatkan hasil. Hasil maksimal baru bisa didapat tatkala pohon menghasilkan produktivitas tinggi saat mencapai umur 8 sampai 10 tahun.

Oleh sebab itu guna mengatasi masalah tersebut, petani disarankan memanfaatkan lahan disekitar pohon sawit yang lumayan luas, dengan menerapkan budidaya tumpang sari (tanaman sela), dengan menanam tanaman palawija atau tanaman jenis lainnya.

Cara ini dimungkinkan lantaran pohon sawit belum tinggi dan lahan sekitar pohon sawit bisa dimanfaatkan untuk menanam tanaman umbi-umbian, sayuran dan lainnya, yang jarak panennya bisa lebih singkat. Hasilnya, selain bisa sebagai pengganti tanaman penutup tanah juga bisa memberikan penghasilan kepada petani, selama tanaman sawit belum menghasilkan. (Baca InfoSAWIT Edisi Mei 2014 - Menanam Pohon Sela Diantara Sawit).

Selain efektif, cara ini terbukti bisa menjadi salah satu solusi memenuhi kebutuhan ekonomi petani, selama tanaman sawitnya belum menghasilkan. Lantaran lebih hemat dan efektif, cara budidaya seperti ini sudah mulai banyak dilakukan petani, misalnya Desember 2014 silam, saat InfoSAWIT melakukan perjalanan di Kalimantan Selatan, petani sawit disepanjang jalan dari Banjarmasin menuju Kabupaten Kotabaru telah menerapkan budidaya kelapa sawit secara tumpang sari. Tanaman tumpang sari yang dipilih berupa tanaman jagung atau ubi.

Jelas cara ini menguntungkan petani secara finansial, lantaran mendapatkan