Membangun komunikasi yang baik, bakal memutus isu yang belum tentu sesuai fakta kondisi dilapangan. Cara ini sekaligus membangun brand image perusahaan, disampingmasyarakat disuguhi informasi yang seimbang, tidak timpang sebelah.
Mayoritas hasil produk industri perkebunan di Indonesia, utamanya perkebunan kelapa sawit, tidak menjual sebuah produk atau jasa. Lantaran dari sekian banyak perkebunan kelapa sawit di Indonesia saat ini masih di dominasi industri hulunya, atau hanya menjual dan mengekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
Ini terjadi lantaran indusri hulu kelapa sawit dianggap memang masih menjanjikan, kendati industri hilir (turunan kelapa sawit) juga sedang didorong untuk tumbuh semenjak 2011 oleh pemerintah.
Mungkin, bagi penghasil produk hilir kelapa sawit kegiatan promosi dagang dan mem-branding produknya adalah hal yang lumrah, cara ini dilakukan supaya produk yang dihasilkan bisa dikenal dan laku dipasaran. Namun apakah cara ini bisa dilakukan pada industri hulu kelapa sawit?
Namun sebelum melangkah lebih jauh guna menjawab pertanyaan diatas, terlebih dahulu dibutuhkan persepsi yang sama mengenai apa itu branding.Branding menurut kamus bisnis adalah proses yang merupakan membuat nama dan citra sebuah produk di mata consumer atau stakeholders, biasanya dilakukan melalui program advetorial dengan tema yang konsisten sedangkan tujuannya adalah membuat loyalitas stakholder dan keamanan bisnis. (www.businessdictionary.com)
Nah jelas bahwa setiap industri sejatinya memiliki produk yang perlu di promosikan. Pula demikian dengan perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan produk CPO, lantaran CPO juga banyak dihasilan oleh perusahaan lain, maka guna membedakan hasil produksi CPO dengan perusahaan lain perlu dilakukan branding, utamanya terkait siapa yang memproduski CPO tersebut, atau mem-branding nama perusahaan yang memproduksi CPO.
Branding itu sendiri pada hakikatnya memilki target-target yang harus dipenuh mulai dari tahap awareness, pemahaman, hingga tahap loyality. Dalam hal ini, tahap branding yang perlu dilakukan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit adalah sampai pada tahap pemahaman. Namun banyak perusahaan kelapa sawit di Indonesia yang bahkan belum mencapai tahap awareness.
Membentuk Awareness
Munculnya isu negatif akhir dekade ini berdampak pada . . .










