Berita Lintas
sawitbaik

Menkop UKM Dukung Pembangunan Pabrik Olahan Sawit Milik Petani



Menkop UKM Dukung Pembangunan Pabrik Olahan Sawit Milik Petani

InfoSAWIT, AGAM - Wacana pembangunan pabrik minyak goreng dan minyak makan merah berbasis kelapa sawit terus digelorakan Menteri Koperasi dan UKM, Tetes Masduki, setiap bertemu dengan para petani sawit dari berbagai daerah di Indonesia.

Yang terbaru, dukungan Menteri Teten diberikan kepada para petani sawit dari Kabupaten Agam, Provinsi Sumatera Barat.

Dari keterangan resmi pihak Kemenkop UKM yang dilihat InfoSAWIT, Sabtu (2/7/2022),  disebutkan dukungan itu diberikan saat Menkop UKM berkunjung dan berdiskusi dengan para petani yang tergabung dalam koperasi unit desa (KUD) Tiku V Jorong.

Petani sawit yang bukan anggota KUD itu juga turut hadir dalam pertemuan yang digelar pada hari Kamis (30/6/2022) tersebut. Dalam diskusi itu, Menteri Teten masduki tidak sendirian.

Ia didampingi oleh Bupati Agam Andri Warman, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar Nazwir, Ketua DPRD Agam Novi Irwan, Deputi Bidang Kewirausahaan KemenKop UKM Siti Azizah.

Lalu Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Kadis Perindagkop) Agam Dedi Azwar. Kehadiran mereka disambut oleh para pengurus KUD Tiku V Jorong yang dipimpin oleh AM Datuak Bandaharo Darman.

Awalnya, dalam dialog itu, para petani menyampaikan curahan hati (curhat). Salah satu petani sawit yang juga anggota KUD Tiku V Jorong, misalnya, mengeluhkan, harga minyak kelapa sawit yang turun drastis setelah dibukanya kembali keran ekspor.

Situasi itu membuat harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi petani sawit di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) menggerus pendapatan para petani kelapa sawit.

“Pak Menteri, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih anjlok. Kami mohon dukungannya supaya pabrik segera dibangun, sehingga kelapa sawitnya bisa kita olah menjadi minyak goreng. Kami ingin ada aktivitas lanjutan dari turunnya harga TBS yang menekan pendapatan. Kami juga minta agar ada bantuan pembiayaan ke petani lewat koperasi,” kata petani sawit.

Setelah mendengar curhat para petani, Menteri Teten menyatakan mendukung berdirinya pabrik pengolahan kelapa sawit menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), pabrik minyak goreng, hingga pabrik pengolahan minyak makan merah oleh koperasi petani sawit di Kabupaten Agam.

”Saya harapkan jika pabrik ini terbangun maka kita akan lebih mampu menjaga suplai minyak goreng di masyarakat,” kata Menteri. Ia menilai pembangunan pabrik pengolahan sawit berbasis koperasi angat penting, termasuk bagi KUD Tiku V Jorong.

“Supaya petani tak lagi bergantung kepada pabrikan industri besar, dan petani mampu memproduksi sendiri," katanya.

Menteri Teten mengatakan, jika salah satunya, KUD Tiku V Jorong mampu membangun pabrik pengolahan kelapa sawit, suplai minyak makan di kalangan masyarakat akan terjaga. Mengingat kemarin sempat terjadi kelangkaan hingga melambungnya harga minyak.

Ia mengungkapkan, saat ini KemenKopUKM sedang menginisiasi pilot project program hilirisasi produk sawit rakyat melalui inovasi minyak makan merah, sebagai functional product (food dan non food) melalui koperasi.

Kata dia, dalam program itu digunakan teknologi produksi sederhana untuk mengolah CPO, hingga dapat menghasilkan produk akhir berupa minyak makan merah yang lebih sehat dari minyak goreng komersil karena mempertahankan fitonutrien-nya seperti vitamin A, E, dan squalene.

"Bahkan dapat mengatasi gizi buruk atau stunting pada anak, serta produk sampingannya dapat dikembangkan menjadi bahan baku kosmetik dan sabun," katanya.

Untuk itu MenKopUKM mengatakan, strategi yang dilakukan yaitu pendampingan kelembagaan koperasi.

"Selain itu perluasan akses pembiayaan untuk koperasi melalui LPDB-KUMKM sebagai modal kerja berkolaborasi dengan BPD-PKS, untuk modal investasi dan BRI dengan skema KUR Klaster bagi kelompok petani," katanya.

Ia juga menyebutkan, bersama Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan telah dilaksanakan pilot plant teknologi minyak makan merah yang didemonstrasikan ada 9 Juni 2022.

Menkop UKM memastikan akan ada dukungan terhadap pengembangan standar nasional Indonesia (SNI) bagi produk baru minyak makan merah oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Pihaknya saat ini juga sedang melakukan ujicoba atau piloting pengembangan minyak makan merah oleh koperasi di enam provinsi yakni di Sumatera Utara, Riau, Jambi, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kalimantan Selatan (Kalsel), dan Kalimantan Barat (Kalbar).

"Adanya inovasi minyak makan merah ini akan mewujudkan kemandirian sawit rakyat melalui hilirisasi produksi sawit dari TBS ke CPO, dan dari CPO ke minyak makan merah oleh koperasi untuk meningkatkan nilai tambah petani sawit," kata Menteri Teten.

Ia berharap, inisiasi ini dapat berjalan dengan baik, karena tahapan diawali dengan adanya inovasi, kemudian terbangunnya kolaborasi, yang selanjutnya ada akselerasi dari berbagai pihak, sehingga dapat memberikan hasil sesuai yang  diharapkan bersama.

"Maka dari itu saya mengajak KUD Tiku V Jorong untuk mengolah kelapa sawit jadi CPO dan minyak makan merah secara mandiri. Saya sudah bicara dengan Pak Mentan (Syahrul Yasin Limpo) agar juga bisa menyediakan bibit tanaman bersertifikat, sehingga produk yang dihasilkan berkualitas. Ada teknologinya di Medan bagaimana kelapa sawit CPO ini menjadi minyak makan merah," kata Menteri Teten. (T5)