InfoSAWIT, JAKARTA - CEO & Founder ekspor.id, Choirul Amin, menilai minyak sawit bukan merupakan komoditas yang rumit untuk diekspor. Yang terpenting adalah para eksportir menyiapkan beberapa hal umum yang dibutuhkan untuk proses ekspor.
"Seperti menyiapkan Certificate of Analysis (COA), kemudian masuk ke laboratorium untuk pengecekan produk, lalu mengajukan dan memenuhi persyaratan ekspor ke Kementerian Perdagangan," kata Choril Amin dalam sebuah seminar, Rabu (29/6/2022) di Jakarta.
lebih lanjut tutur Choril, sangat possible bagi teman-teman yang ingin ekspor sawit, karena memang persyaratan ekspornya tidak terlalu rumit seperti komoditi-komoditi lain. Teman-teman milenial sangat dibutuhkan sekarang ini untuk membantu petani menjualkan produknya ke luar negeri,” kata Choiril Amin dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.
Diakui Amin, dalam memulai ekspor, di awal memang membutuhkan usaha lebih terkait pengurusan legalitas dan persyaratan lain yang harus dipenuhi.
Namun, ketika sudah melakukan ekspor dengan legalitas dan persyaratan yang sudah dipenuhi sebelumnya maka hanya tinggal melakukan promosi untuk melakukan kegiatan ekspor selanjutnya.
Sementara itu pemilik Creabrush Indonesia, Febri Yunarta, mengakui kalau usaha yang digelutinya adalah mengolah bahan baku lidi dan tandan kosong kelapa sawit menjadi produk seperti lukisan, tas, sendal, cover book, bahkan kotak tisu.
Kata dia, pemasaran produk-produk tersebut sudah dilakukan melalui platform digital. Bahkan, produk-produk tersebut sudah dikenalkan ke Tiongkok dan dalam berbagai pameran lain di luar negeri.
“Animo dan potensi ekspor produk kelapa sawit Indonesia di pasar global cukup bagus dan menjanjikan. Hal ini lantaran, pasar luar negeri saat ini tengah menggaungkan produk-produk eco-friendly,” tegas Febri. (T5)













