Berita Lintas
sawitbaik

Ini Trik Petani Sawit di Labuhanbatu Hadapi Harga TBS Merosot Sementara Pupuk Melangit



Ini Trik Petani Sawit di Labuhanbatu Hadapi Harga TBS Merosot Sementara Pupuk Melangit

InfoSAWIT, RANTAUPRAPAT - Harga tandan buah segar (TBS) sawit per kilogram produksi petani sawit swadaya terus melorot. Di saat yang sama harga pupuk kimia naik seperti tak terkontrol naik terus melangit.

Bagi petani lain mungkin situasi ini akan membuat perawatan kebun sawit ditiadakan. Atau, kalau pun tetap dilakukan perawatan kebun, namun tidak dilakukan secara maksimal.

Namun hal itu tidak berlaku bagi Suparmin dan para petani sawit swadaya yang tergabung dalam Asosiasi Pekebun Swadaya Kelapa Sawit (APSKS) Labuhanbatu. Tidak ada kata menyerah dalam kamus para petani sawit tersebut.

"Kami dibantu PT Siringo-ringo, anak perusahaan Musim Mas, untuk melakukan pelatihan pembuatan pupuk kompos, agar kebun sawit kami tetap bisa dirawat dengan maksimal dan biaya yang terjangkau," kata Suparmin kepada InfoSAWIT, Senin (4/7/2022).

Petani berusia 54 tahun itu mengatakan, proses pelatihan dilakukan secara bertahap. Sebab, secara geografis lokasi tempat tinggal dan perkebunan sawit milik petani tidak berada dalam satu hamparan.

"Kalau APSKS ini kan ada di Kabupaten Labuhanbatu dan Kabupaten Labuhanbatu Utara. Jumlah kami sudah mencapai lebih 1.000 petani sawit swadaya," kata penggemar olahraga bersepeda ini.

Ia menyebutkan, para petani memang sangat membutuhkan teknik pembuatan pupuk kompos yang efektif diterapkan di kebun sawit mereka.

Mereka berharap dengan memiliki kemampuan memproduksi dan mengaplikasikan pupuk kompos, kebun sawit mereka bisa tetap terawat dengan biaya terjangkau.

"Dan di saat yang sama kami juga berhaap tetap dapat menikmati keuntungan dari harga jual TBS kami yang saat ini harganya di tingkat toke hanya sekitar Rp 1.200 per kilogram," tegas Suparmin. (T5)