InfoSAWIT, YOGYAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) secara konsisten terus mendorong pekebun sawit untuk segera melaksanakan Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) dengan sinergi antar lembaga sebagai upaya meningkatkan produksi dan produktivitas kelapa sawit.
Pada tahun 2020, target PSR ditetapkan sebesar 180.000 ha, tentunya perlu dukungan seluruh pihak agar capaian target tersebut dapat dipenuhi dan menyikapi berbagai dinamika selama pelaksanaan PSR serta memperhatikan arahan Komite Pengarah Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), maka perlu penyesuaian atas peraturan-peraturan terkait PSR.
"Dengan diterbitkannya permentan 03 Tahun 2022 adanya perubahan yang mendasar namun dalam prinsipnya sama, semula pengusulan PSR hanya melalui Dinas daerah Kabupaten/Kota, dengan terbitnya Permentan 03 Tahun 2022 juga dapat menggunakan jalur kemitraan,” ujar Direktur Tanaman Tahunan dan Penyegar Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Hendratmojo Bagus Hudoro dalam sambutannya, pada kegiatan koordinasi kelapa sawit pekebun tahun 2022 di Yogyakarta, Juni 2022 lalu.
Bagus menjelaskan, pada permentan ini khususnya untuk jalur kemitraan, ditegaskan bahwa kelembagaan petani melalui kerjasama dengan perusahaan perkebunan, bisa secara langsung mengusulkan kepada BPDPKS. Dan nantinya BPDPKS akan menunjuk surveyor untuk melakukan verifikasi usulan tersebut.
Upaya mendorong PSR dengan target 180 ribu hektar per tahun tidaklah mudah, Lanjut Bagus, tentunya banyak tantangan yang dihadapi, diantaranya mulai lahan petani yang diduga masuk kawasanhutan, sertifikat lahan yang sudah tergadai oleh bank hingga petani yang enggan melakukan peremajaan.
“Oleh karena itu, solusinya sebenarnya Permentan ini lebih memudahkan dalam mendapatkan akses program PSR. Dalam Permentan tersebut pekebun tinggal lapor Dinas kabupaten / kota dan bisa langsung ke BPDPKS,” katanya dikutip InfoSAWIT dari laman instagram resmi Ditjen Perkebunan.
Salah satu hal penting yang harus dipahami bersama, tutur Bagus,kesejahteraan pekebun sawit ini merupakan tanggung jawab kita semua. Untuk itu mari kita bersama-sama, bersinergi untuk mewujudkannya dengan berbagai upaya strategis. (T2)










