InfoSAWIT, KUALA LUMPUR - Harga minyak kelapa sawit berjangka Malaysia memperpanjang kerugian untuk sesi kelima pada hari Kamis, karena kekhawatiran terus-menerus atas resesi global memukul pasar.
Kontrak minyak sawit acuan FCPOc3 untuk pengiriman September 2022 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 64 per ton, atau terdapat penurunan sekitar 1,58%, menjadi RM 3.991 (US$ 902,12) per ton pada awal perdagangan.
Dilansir Reuters, kondisi itu turun 3,9% hanya dalam semalam, lantaran dibebani adanya prediksi melimpahnya ekspor CPO dari Indonesia
Sementara kontrak kedelai teraktif Dalian DBYcv1 turun 0,7%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 merosot 2,4%. Harga kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 1,5%.
Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak nabati lainnya karena mereka bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar minyak nabati global.
Lantas untuk harga mnyak mentah berjangka Brent memperpanjang penurunan untuk sesi ketiga pada hari Kamis (7/7/2022), tercatat turun di bawah US$ 100 per barel, lantaran muncul kekhawatiran potensi resesi global memicu kekhawatiran tentang permintaan minyak.
Minyak mentah berjangka yang lebih lemah membuat kelapa sawit menjadi pilihan yang kurang menarik untuk bahan baku biodiesel.
Analis Teknis Reuters, Wang Tao mencatat, harga minyak sawit diprediksi akan berada di RM 3.782 per ton. (T2)










