InfoSAWIT, PEKANBARU – Sebelumnya untuk tahun anggaran 2022, Provinsi Riau mengajukan program peremajaan sawit rakyat (PSR) untuk lahan seluas 14.831 hektar (ha). Namun yang disetujui oleh pemerintah pusat adalah 11.000 ha. Dan anggaran yang disediakan melalui badan pengelola dana perkebunan kelapa sawit (BPDPKS) untuk jumlah PSR itu sebanyak Rp 330 miliar.
“Tahun ini Riau mendapat bantuan program replanting sawit seluas 11.000 hektare. Di mana dengan anggaran replanting sebesar Rp 30 juta per hektare,” kata Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau, Zulfadli, Dari keterangan resmi yang diperoleh InfoSAWIT, Sabtu (16/7/2022).
Lebih lanjut, Zulfadli mengatakan, 11.000 Ha lahan kebun sawit yang akan dilakukan replanting tersebut tersebar di 10 kabupaten dan kota se-Riau.
“Luasan replanting merupakan usulan kabupaten/kota yang diteruskan ke pusat. Itu ada 10 kabupaten/kota yang mengusulkan, di antaranya Pelalawan 3000 Ha, Rohil 2000 Ha, Kampar 1500 Ha, Siak 1000 Ha, Rohul 1000 Ha, Kuansing 500 Ha, Inhil 500 Ha, Bengkalis 500 Ha, Inhu 500 Ha, dan Dumai 500 Ha,” terangnya.
Zulfadli menambah, tahun ini pihaknya mengusulkan 14.831 Ha program ke pemerintah pusat. Usulan ribuan Ha PSR tersebar di 10 kabupaten/kota tersebut.
Daerah yang paling luas mengusulkan replanting sawit tahun ini adalah Kabupaten Pelalawan seluas 5.366 Ha. Kemudian disusul Rokan Hilir (Rohil) seluas 2.238 Ha.
Kemudian Kabupaten Kampar seluas 1.630 Ha, Siak seluas 1.134 Ha, Rokan Hulu (Rohul) seluas 1.073 Ha, Bengkalis seluas 1.000 Ha, Indragiri Hilir (Inhil) seluas 1.000 Ha, Indragiri Hulu (Inhu) seluas 600 Ha, Dumai seluas 520 Ha, Kuantan Singingi (Kuansing) seluas 299 Ha. (T5)
Artikel ini telah tayang di sumatera.infosawit.com dengan judul © Riau Peroleh Lebih Rp 300 Miliar untuk PSR 11.000 Ha.













