MAMUJU – Tingkat produksi buah kelapa sawit milik petani di Sulawesi Barat mengalami penurunuan, hal ini kata sejumlah kelompok tani karena pupuk disana sulit dicari atau langka.
“Saya juga tidak habis pikir dengan kelangkaan pupuk ini yang telah berlangsung lama. Yang mengherankan, banyak beredar pupuk yang tidak jelas kualitasnya. Saya pernah menggunakan pupuk yang dibeli di pasar, namun hasilnya mengecewakan karena pupuknya berubah warna,” ujar petani sawit asal Mamuju, Muhammad Tugirang, Kamis (12/2/2015).
Menurutnya, sebagaimana dilansir Antara, kelangkaan pupuk di Mamuju sudah berlangsung sekitar delapan bulan sehingga para petani merasa cemas hasil buah tanam sawit mereka semakin anjlok.
Untuk itu Tugirang mengharapkan, dengan peristiwa kelangkaan pupuk dan banyaknya pupuk yang tidak jelas kualitasnya yang beredar di masyarakat, pemerintah setempat bisa memfasilitasi untuk mempertemukan para petani sawit dengan distributor pupuk sehingga petani mengetahui pupuk yang berkualitas baik. (T3)










