Berita Lintas
sawitbaik

Sawit Masih Dibelenggu Masalah



Sawit Masih Dibelenggu Masalah

JAKARTA - Sampai saat ini industri kelapa sawit tak habis dibelenggu berbagai masalah, tentu saja dibutuhkan solusi tepat guna menumbuhkan industri yang digadang sebagai salah satu upaya pengentasan kemiskinan ini.

Akhir tahun 2013 silam, berbagai peramal sawit dari manca negara memprediksi harga minyak sawit mentah bakal pulih, sayangnya harapan itu tak juga terbukti sampai akhir 2014 lalu.

Badai El-nino yang digadang bakal memangkas produksi sehingga bisa mengerek harga CPO dunia pun tidak kunjung terbukti. Lantaran harga tetap bergerak flat, malah diakhir 2014 silam kian tergerus menyusul anjloknya harga minyak mentah (crude oil) dunia.

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat, harga CPO masih lemah dibandingkan lima tahun sebelumnya. Harga rata-rata CPO sepanjangn 2014 turun sekitar 2,8% atau mencapai sejumlah US$ 818,2 /ton.

Kendati demikian volume ekspor CPO nasional sepanjang 2014 nampak tumbuh mencapai 2,5% atau sebanyak 21,76 juta ton. Angka tersebut bakal lebih tinggi lagi bila ditambah dengan jumlah ekspor produk hilir CPO sepanjang tahun 2014 menjadi 31,5 juta ton. Angka produksi pun tercatat naik sekitar 5% dibanding tahun 2013 lalu. “Kinerja industri kelapa sawit nasional di 2014 masih terbilang bagus,” tutur Sekjen GAPKI, Joko Supriyono, belum lama ini di Jakarta.(T2)