SAWITBAIK.ID, CHICAGO — China kembali memperlihatkan langkah agresif di pasar kedelai global. Lembaga penyimpan stok pangan milik negara, Sinograin, dilaporkan membeli sedikitnya 10 kargo kedelai asal Amerika Serikat pada Jumat, setara minimal 600.000 ton metrik, untuk pengiriman April hingga Mei.
Pembelian besar ini menutup pekan yang padat bagi China, yang merupakan importir kedelai terbesar di dunia.
Menurut tiga pedagang yang mengetahui transaksi tersebut, setidaknya delapan kargo dijadwalkan diberangkatkan dari terminal ekspor Gulf Coast Amerika Serikat. Sementara sisanya dikirim melalui jalur Pacific Northwest.
Dekati Komitmen 12 Juta Ton Hingga Akhir Februari
Aksi belanja pada Jumat itu membuat Beijing semakin dekat untuk memenuhi komitmen pembelian 12 juta ton kedelai dari panen terbaru Amerika Serikat hingga akhir Februari.
Sinograin juga tercatat telah membeli sekitar 10 kargo kedelai AS pada Senin di minggu yang sama.
Dilansir Reuters, meski volume pembelian besar terjadi di awal pekan, importir China disebut tetap melakukan transaksi harian dalam jumlah lebih kecil di hari-hari berikutnya. Seluruh pembelian itu dijadwalkan untuk pengiriman Maret atau setelahnya, bertepatan dengan musim puncak ekspor pesaing utama, Brasil.
Dalam beberapa bulan terakhir, China sempat menghindari kedelai Amerika seiring meningkatnya tensi dengan Washington terkait kebijakan tarif perdagangan yang dikaitkan dengan Presiden AS Donald Trump. Namun, tren pembelian kembali mulai terlihat sejak akhir Oktober.
Total pembelian China dari kedelai AS kini diperkirakan mendekati 10 juta ton atau lebih, menurut pedagang dan analis.
Menariknya, pembelian besar tersebut terjadi meski pasokan kedelai dari Brasil kerap lebih murah. Apalagi Brasil tengah memasuki fase panen yang diperkirakan menjadi yang terbesar sepanjang sejarah, sementara China juga disebut menghadapi kelebihan pasokan domestik.
Untuk memberi ruang bagi kedatangan pengapalan baru dari Amerika, National Grain Trade Center China menyatakan Sinograin akan melelang 1,1 juta ton kedelai impor pada 13 Januari. Ini menjadi lelang pertama pada 2026 sekaligus yang keempat sejak bulan lalu.
Langkah agresif China di pasar kedelai global turut menjadi sorotan karena pergerakan kedelai dapat memengaruhi dinamika harga minyak nabati dunia—termasuk kompetisi antara minyak kedelai dan minyak sawit di pasar internasional. (T2)










