Berita Lintas
sawitbaik

Indonesia–Malaysia Lirik Pasar Pakistan, PEOC Dorong Perluasan Dagang Sawit



Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi pelabuhan ekspor CPO.
Indonesia–Malaysia Lirik Pasar Pakistan, PEOC Dorong Perluasan Dagang Sawit

SAWITBAIK.ID, KARACHI — Pakistan kembali menegaskan posisinya sebagai pasar strategis minyak nabati dunia, terutama minyak sawit. Hal ini mengemuka dalam Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) ke-8 yang resmi ditutup dengan berbagai rekomendasi untuk mendorong pertumbuhan industri minyak nabati negara tersebut.

Forum yang digelar di Karachi itu menyedot perhatian besar, menghadirkan puluhan pelaku usaha, produsen, pembeli, pakar minyak nabati dari dalam dan luar negeri, hingga perwakilan diplomatik.

Konferensi tersebut mencatat partisipasi dari enam negara asing, termasuk Malaysia, Indonesia, Kanada, dan Amerika Serikat.

CEO PEOC sekaligus Ketua Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA), Rasheed Janmohammed, menekankan besarnya potensi pasar minyak nabati Pakistan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung jalannya konferensi, termasuk peserta internasional yang hadir langsung di Karachi.

Dalam makalah bertajuk “Global Vegetable Oil Market: Pakistan Perspective”, Rasheed memaparkan peluang dan tantangan Pakistan dalam mengamankan pasokan minyak nabati di tengah dinamika pasar global.

Ketua Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA), Sheikh Umar Rehan, menyebut Pakistan saat ini merupakan importir minyak nabati terbesar ketiga di dunia. Ia menilai negara tersebut memiliki dukungan infrastruktur logistik dan fasilitas penyimpanan yang memadai.

Dilansir Business Recorder, Kamis (15/1/2026), Sheikh Umar Rehan menegaskan PVMA terus bekerja sejalan dengan pemerintah Pakistan, sementara PEOC dinilai berhasil menghadirkan hampir seluruh pemasok utama minyak nabati dunia.

 

Menteri Perdagangan Pakistan: Investor Indonesia Akan Diundang

Menteri Perdagangan Pakistan, Jam Kamal Khan, yang hadir sebagai tamu utama, mengapresiasi penyelenggara karena mampu mempertemukan pemangku kepentingan industri minyak nabati dan oilseed dalam satu forum.

Jam Kamal menyoroti kunjungan Presiden Indonesia ke Pakistan yang dinilai produktif serta membuka peluang penguatan hubungan bilateral, terutama dalam perdagangan minyak sawit.

Ia optimistis hubungan Pakistan–Indonesia akan semakin kuat melalui kerja sama dagang yang lebih intensif. Pemerintah Pakistan pun disebut berencana mengundang investor Indonesia untuk memperluas kolaborasi.

Jam Kamal juga mencatat meningkatnya ketertarikan sejumlah negara—termasuk Indonesia, Malaysia, Amerika Serikat, dan Kanada—untuk memperkuat hubungan dengan Pakistan bukan hanya dalam transaksi perdagangan, tetapi menuju kemitraan strategis.

Menurutnya, sektor minyak nabati memiliki fondasi kuat untuk penguatan kerja sama ekonomi, pembentukan rantai pasok yang lebih tangguh, sekaligus membuka peluang investasi yang dapat memangkas waktu pengiriman.

 

Indonesia Dorong Joint Trade Committee hingga Rencana CEPA

Wakil Menteri Perdagangan Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, menegaskan hubungan Indonesia dan Pakistan telah terjalin selama 75 tahun dan berkembang melampaui urusan dagang semata.

Ia menilai Pakistan merupakan mitra penting Indonesia, terutama di sektor minyak nabati, serta memiliki ekosistem bisnis yang kuat dan sistem ketahanan pangan yang berkembang.

Dyah menyebut perdagangan bilateral Indonesia–Pakistan telah melampaui US$4 miliar. Saat ini kedua negara mulai memasuki fase baru kerja sama ekonomi, termasuk dalam sertifikasi halal dan transfer teknologi.

Selain menjadi pemasok utama minyak sawit bagi Pakistan, Indonesia juga mengekspor komoditas lain seperti karet. Ia menambahkan kedua negara kini tengah meninjau ulang perjanjian perdagangan preferensial (PTA) dan sepakat memperluas cakupan kerja sama menuju Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) demi membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih besar.

 

Malaysia: Konsumsi Sawit Pakistan Terus Meningkat

Dari pihak Malaysia, CEO Malaysian Palm Oil Council (MPOC) Belvinder menilai PEOC menjadi momentum penting dalam menghubungkan kembali para mitra industri minyak nabati.

Ia juga menegaskan posisi minyak sawit Malaysia di pasar global serta kontribusinya terhadap ekonomi pada 2025. Malaysia disebut telah menjalin kemitraan dengan Pakistan di sektor sawit selama lebih dari lima dekade, dan konsumsi minyak sawit di Pakistan terus meningkat dari tahun ke tahun. (T2)