SAWITBAIK.ID, JAKARTA – Daun kelapa sawit bukan sekadar pelengkap tajuk tanaman, melainkan bagian vital yang menentukan proses fotosintesis dan pembentukan produksi. Bentuknya yang khas bahkan kerap disebut menyerupai tanaman salak, meskipun durinya lebih lunak dan tidak terlalu tajam.
Merujuk buku Fakta Kelapa Sawit terbitan Tim Advokasi Minyak Sawit Indonesia – Dewan Minyak Sawit Indonesia (TAMSI–DMSI), daun kelapa sawit merupakan daun majemuk, dengan warna hijau tua pada helaian daun dan pelapah yang sedikit lebih muda.
Dalam morfologinya, daun sawit terdiri dari beberapa bagian utama. Pertama, kumpulan anak daun (leaflets) yang memiliki helaian (lamina) dan tulang anak daun (midrib). Kedua, terdapat rachis, yakni tempat melekatnya anak daun.
Bagian berikutnya adalah tangkai daun (petiole), yang menjadi penghubung antara daun dan batang. Selain itu, terdapat seludang daun (sheath) yang berfungsi melindungi kuncup serta membantu memperkuat struktur batang.
Menariknya, luas daun kelapa sawit disebut meningkat secara progresif hingga umur sekitar 8–10 tahun setelah tanam. Kondisi ini sejalan dengan fase pertumbuhan tanaman yang biasanya sedang berada pada puncak produktivitas dan memerlukan dukungan tajuk yang optimal.
Dengan memahami struktur daun, petani dan pengelola kebun dapat lebih tepat dalam melakukan pemeliharaan, termasuk pemangkasan yang sesuai standar agar produktivitas tetap terjaga. (T2)










