Berita Lintas
sawitbaik

INFO MAKSI : POTENSI TINGGI BIO ETANOL GENERASI KEDUA



INFO MAKSI : POTENSI TINGGI  BIO ETANOL GENERASI KEDUA

Pengolahan Limbah Lignoselulosa

Melimpahnya limbah lignoselulosa berasal dari sektor pertanian/perkebunan yang banyak terdapat di Indonesia belum banyak termanfaatkan. Padahal Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan pelepah sawit BERPOTENSI untuk menjadi bahan baku bioetanol generasi kedua.

Limbah lignoselulosa berasal dari sektor pertanian/perkebunan yang banyak terdapat di Indonesia yang dimaksud adalah: 1) jerami padi, 2) sekam, 3) bagas tebu, 4) tongkol jagung, 5) tandan kosong kelapa sawit, dan 6) pelepah kelapa sawit.

Indonesia merupakan negara penghasil komoditas kelapa sawit terbesar di dunia.  Produk utama dari industri kelapa sawit adalah CPO (Crude Palm Oil).  Produksi satu ton CPO menghasilkan sekitar 1,2-1,4 ton TKKS.  TKKS mengandung selulosa 41– 46%,  hemiselulosa 25 – 34 % dan lignin 27 – 32%.

Berdasarkan formula Badger (2002), satu ton bahan yang mengandung 45% selulosa mampu menghasilkan 151 liter bioetanol sehingga potensi produksi bioetanol dari bahan TKKS di Indonesia sangat menjanjikan. Satu pabrik kelapa sawit dengan kapasitas produksi 60 ton TBS (tandan buah segar) per jam, dengan jumlah jam operasi 20 jam per hari, 300 hari per tahun akan menghasilkan TKKS sekitar 300 ton per hari atau sekitar 90.000 ton per tahun, dan berpotensi untuk menghasilkan etanol 45.300 liter per hari atau sekitar 13,95 juta liter per tahun.

Selain selulosa, xilosa yang merupakan komponen utama hemiselulosa dalam TKKS juga berpotensi untuk dikonversi menjadi etanol, baik melalui proses fermentasi terpisah atau bersamaan dengan proses fermentasi glukosa. Studi ekstraksi xilosa dari TKKS menggunakan asam sulfat telah dilakukan. Potensi etanol yang dapat dihasilkan dari hemiselulosa TKKS di Indonesia adalah  844.6 juta L per tahun atau 2.82 juta L per hari, sedangkan potensi yang sama dari pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 60 ton TBS per jam adalah 3.2 juta L per tahun atau 0.01 juta L per hari.

Pemanfaatan Limbah Lignoselulosa untuk Bahan Baku Bioetanol G2

Penggunaan etanol di Indonesia ataupun di dunia sebagai bahan bakar akan terus mengalami peningkatan karena beberapa hal.  Pertama, . . .