PASAMAN BARAT – DPRD Pasaman Barat mengharapkan pabrik kelapa sawit yang beroperasi di Pasaman Barat (Pasbar), tak terkecuali PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS) di Jorong Simpang Tigo Alin, Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh, agar tidak hanya mencari keuntungan semata tapi juga harus memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
”Kita tidak ingin, setiap perusahaan pengelola perkebunan kelapa sawit di Pasaman Barat, sebagai pihak sengaja merampas keuntungan semata. Padahal masyarakat yang seharusnya secara bersama ikut menikmati, diabaikan begitu saja,” kata Ketua DPRD Pasaman Barat, Daliyus K, seperti dikutip Harian Haluan, Senin (6/10/2014).
Ia menurutkan, saat ini pihaknya mendapatkan keluhan dari warga sekitar PT BBS terkait limbah pabrik olahan minyak sawit. Dan kalau terbukti bersalah, DPRD Pasbar akan menindak tegas perusahaan.
“Tuntutan masyarakat sekitar pabrik bersama sejumlah LSM terkait PT BSS dan masalah lahan Sungai Tanang dengan PT Anam Koto, juga berlokasi di Kecamatan Gunung Tuleh, akan kita tindaklanjuti. Sebagai langkah awal hari Jumat lalu, pihaknya bersama lembaga terkait turun ke lokasi,” tuturnya.
Daliyus juga mengungkapkan, Pada 3 Okotber kemarin, Komisi III bersama lembaga lingkungan setempat mendatangi PT BSS untuk melakukan pengecekan sekaligus klarifikasi atas kondisi yang terjadi dan keluhan masyarakat setempat. (T3)










