Berita Lintas
sawitbaik

TRANSFORMASI PASAR SAWIT BERKELANJUTAN BERSAMA PETANI SWADAYA



TRANSFORMASI PASAR  SAWIT BERKELANJUTAN BERSAMA PETANI SWADAYA

Pengelolaan sawit secara berkelanjutan menawarkan banyak manfaat bagi pelakunya, oleh karena itu keikutsertaan petani sangat penting untuk memastikan manfaat tersebut didapatkan petani dan mendukung transformasi pasar atas sawit lestari. Indonesia memiliki sekitar lebih dari 1.6 juta petani yang mengelola 3.6 juta hektar perkebunan kelapa sawit. Kendati demikian masih banyak kendala yang dihadapi oleh petani sawit Indonesia, kendala umum yang dihadapi oleh petani swadaya bermuara pada keterbatasan terhadap akses.

Tantangan yang dihadapi para petani swadaya meliputi terbatasnya akses ke sarana produksi yang memadai, pembiayaan atau kredit untuk mengembangkan dan memaksimalkan produksinya, pengetahuan mengenai penerapan praktek pertanian terbaik (good agricultural practice), pengetahuan dan pengalaman dalam mengelola organisasi, serta akses untuk memasarkan hasil produksi ke pasar yang lebih luas. Alhasil, produksi dan pemasaran tidak berjalan secara maksimal, begitupun penerapan good agricultural practice sebagai salah satu tahapan menuju pengelolaan sawit berkelanjutan.

Namun, di sisi lain, saat ini Indonesia sudah bisa berbangga dengan pencapaian penerapan praktek berkelanjutan oleh petani swadaya. Di tengah tantangan yang cukup besar, dalam beberapa tahun terakhir sudah bermunculan kelompok-kelompok petani swadaya yang menjadi pionir dan duduk di garis depan dalam pengelolaan sawit berkelanjutan di negeri ini.

Asosiasi Petani Sawit Swadaya AMANAH, Gapoktan Tanjung Sehati dan Koperasi Tani Maju mencatat sejarah sebagai “first mover”dari perjalanan sawit berkelanjutan oleh petani swadaya di Indonesia, dengan jumlah 609 petani dan total luas area tersertifikasi 1,180 hektar. Mereka adalah tiga dari sembilan kelompok petani swadaya di dunia yang telah berhasil memperoleh sertifikasi RSPO sampai dengan saat ini.

RSPO Smallholder Support Fund membantu petani melangkah menuju pengelolaan keberlanjutan

Dalam rangka menerapkan praktek manajemen terbaik dan meningkatkan produksi secara lestari, seringkali para petani terkendala dalam akses untuk mendapat bantuan pembiayaan. Sejalan dengan komitmen RSPO untuk mendukung petani kelapa sawit, RSPO mencadangkan dana khusus dalam sebuah inisiatif bertajuk RSPO Smallholder Support Fund (RSSF). RSSF menyediakan dukungan pembiayaan untuk petani yang ingin menjalankan praktek produksi berkelanjutan dan mendapatkan sertifikasi RSPO.

Tujuan dari RSSF adalah untuk . . .