JAKARTA – Gubernur Bengkulu Junaidi Hamsyah mengungkapkan, Sumatera yang menjadi pusat penghasil minyak sawit mentah (CPO) terbesar tidak memberikan kontribusi ke pendapatan asli daerah (PAD).
“Sumatera adalah ke hasil sawit terbesar. Tapi dari hasil sawit tidak satu tetes pun menetes ke Pendapatan Asli Daerah. Mulai dari ganggang sampai semuanya dikuasai oleh perusahaan, kita dapat menambah saja dan akibat dari limbah yang tidak beres, lalu bagi hasil,” ungkapnya saat acara pertemuan dengan para gubernur se-Indonesia di Kantor Bappenas, Jakarta, Senin (11/5/2015), seperti dikutip Okezone.
Karenanya ini menjadi permasalahan serius dan harus segera diatasi, agar kedepannya daerah juga mendapatkan hasil untuk kemudian dapat membantu meningkatkan pembangunan. (T3)







