SINGAPURA – Chairman and Chief Executive (CEO) GAR, Franky Widjaja, menyatakan dalam jangka panjang industri kelapa sawit tetap menjanjikan meskipun saat ini ada resi produksi kedelai sedang besar, harga minyak mentah rendah, dan pertumbuhan produksi minyak sawit mentah (CPO) lebih lambat.
“Namun kebijakan biodiesel di Indonesia pertanda baik bagi masa depan harga CPO,” katanya dalam sebuah keterangan, Selasa (12/5/2015).
Selain itu, dirinya melihat bahwa permintaan global minyak sawit baik untuk makanan dan non-makanan akan semakin meningkat, terutama permintaan di negara-negara berkembang.
Ia juga menyebutkan, pada kuartal pertama 2015 (1Q2015), total areal lahan kebun kelapa sawit Golden Agri-Resources Ltd (GAR) mencapai 484.937 hektar, terdiri 383.902 hektar perkebunan inti dan 101.035 hektar perkebunan rakyat plasma.
Kelompok menyebutkan area tertanam tambahan sebagian besar berasal dari konsolidasu aset perkebunan yang diperoleh pada akhir tahun 2012. (T3)







