JAKARTA - Empat perusahaan besar minyak sawit yang menandatangani komitmen kelapa sawit bersama “Ikrar Minyak Sawit Indonesia” dalam mencapai minyak sawit berkelanjutan dan nol deforestasi, pada KTT perubahan iklim 2014 di New York, baru-baru ini. Mendapat tanggapan dari Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).
Dalam penandatangan itu empat perusahaan akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan janji ini, yaitu masyarakat atau petani, LSM, pemerintah lokal dan nasional, mitra industri, dan lembaga keuangan untuk memastikan pelaksanaan yang efektif dari kebijakan konservasi hutan masing-masing.
Menurut SPKS dalam sebuah pernyataan yang didapat InfoSAWIT dalam situs resminya, Selasa (7/10/2014), pihaknya mencatat komitmen agak ambisius bahwa perusahaan bersedia untuk bekerja dengan baik produsen dan konsumen minyak sawit untuk memastikan ketertelusuran pasokan asal.
“SPKS menyoroti juga bahwa janji akan membantu meningkatkan produktivitas petani kecil dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam produksi minyak kelapa sawit dan pengolahan melalui peningkatan penyuluhan untuk membantu petani untuk meningkatkan hasil, meningkatkan kualitas dan memastikan ekspansi perkebunan hanya menjadi lahan rendah karbon hukum,” paparnya.
Oleh karena itu, jelas SPKS, pihaknya dan semua para petani sawit menunggu tindakan nyata dari janji GAR, Wilmar, Cargill dan Asian Agri yang berjanji akan memfasilitasi masuknya petani ke dalam rantai pasokan. (T3)







