PALEMBANG - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menyebutkan, pada kuartal pertama 2015 (1Q2015) nilai ekspor minyak sawit mentah (CPO) melonjak dengan tajam. Hal ini berbanding terbalik dengan nilai ekspor karet yang mengalami penurunan.
Kepala BPS Sumsel, Bachdi Ruswana didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel Sutono menyatakan, peranan karet pada sektor ekspor kemungkinan dapat digantikan dengan komoditas ekspor Sumsel lain seperti minyak sawit mentah (CPO). Dimana kini secara nasional saja ekspor CPO sudah melebihi karet untuk kelompok nonmigas.
“Jika harga CPO terus membaik, maka tidak menutup kemungkinan CPO menduduki peringkat pertama untuk ekspor nonmigas Sumsel,” ujarnya,seperti di kutip Radar-Palembang, Senin (18/5/2015).
Dijelaskannya, bahwa saat ini CPO masih menempati posisi ketiga dengan nilai ekspor US$ 90,69 juta pada Januari-April 2015. Dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, nilai ekspor CPO melejit hingga 587% dari nilai US$ 13,20 juta.
Secara akumulatif nilai ekspor nonmigas meningkat 28,04% dari US$183,85 juta menjadi US$235,41 juta. ”Peranan CPO masih berada dipersentase 11,64% atau dibawah kontribusi komoditas batubara terhadap total nilai ekspor nonmigas Sumsel,” jelasnya. (T3)







