PONTIANAK – Mayoritas perusahaan perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Kalimantan Barat nampaknya belum terlalu berminat untuk menjalankan program integrasi sapi-sawit.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalbar, Abdul Manaf Mustafa, Minggu (17/5/2015), mengungkapkan bahwa pemerintah Provinsi sudah beberapa kali mengundang perusahaan sawit tetapi tidak ada tanggapan.
“Gubernur sudah mengundang tiga kali (berkenaan dengan integrasi sapi dan sawit), tetapi tak ditanggapi,” ungkapnya seperti dikutip Kalteng Pos.
Ia menjelaskan, saat ini dari hampir 50 ribu pemotongan sapi di Kalbar, sebesar 26% didatangkan dari provinsi lain yakni Madura, Jawa Timur. Padahal Kalbar memiliki potensi besar pada bidang peternakan sapi melalui konsep integrasi sapi dengan sawit.
“Memang tidak ada penegasan bahwa perusahaan diwajibkan mengembangkan konsep ini. Kementerian Pertanian hanya mengeluarkan imbauan,” jelasnya. (T3)









