Berita Lintas
sawitbaik

Astra Agro Dituding Merusak Hutan dan Lahan Gambut



Astra Agro Dituding Merusak Hutan dan Lahan Gambut

Amerika Serikat – Merujuk laporan Lembaga Swadaya Masyarakat Lingkungan dunia, Forest Heroes, menuding perusahaan sawit PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) bertaggung jawab terhadap kerusakan hutan tropis.

Sebelumnya PT Astra Agro Lestari Tbk telah berjanji tidak bakal membangun perkebunan kelapa sawit di hutan tropis, tetapi Forest Heroes menganggap janji PT Astra Agro Lestari Tbk untuk tidak membangun sawit di hutan tropis telah dilanggar

Tudingan itu muncul setelah Mandarin Oriental Hotel, yang mana investor pemiliknya sama dengan Astra yakni perusahaan modal berbasis di Hongkong, Jardine Matheson, yang saat ini dipimpin Ben Keswick, yang juga menjabat sebagai Direktur Corporate Governance di Astra

Protes yang dimunculkan Mandarin Hotel dengan tudingan  semakin berkurangnya habitat gajah Suamatera akibat pembangunan perkebunan kelapa sawit di Sumatera. Dari siaran pers yang dbiuat Forest Heroes, salah satu dari 7 advokasi dilakukan perusahaan untuk mengubah kebijakan di Astra, dimana perusahaan Astra juga dituding memiliki implikasi pada peruabahan iklim di dunia.

Astra telah dituding membuka hutan tropis seluas 14 ribu ha semenjak 2007 silam, untuk pembukaan perkebunan kelapa sawit. Saat ini, seperti diberitakan girt.org, Astra bertanggung jawab terhadap pembukaan lahan gambut seluas 27 ribu ha. Dimana pembukaan itu telah mengeluarkan emisi karbon sebanyak 2 juta ton atau sama dengan emisi kendaraan sebanyak 830 ribu kendaraan roda empat.  

Jardine Matheson pun merespon tudingan itu lewat Mongabay.com, pihak Jardine Matheson bakal mendorong kebijakan berkelanjutan di PT Astra Agro Lestari Tbk. Bahkan Astra Agro Lestari Tbk berencanan masuk ke Indonesian Palm Oil Pledge (IPOP), dimana aktivitas pendaftaran sedang dilakukan, sekaligus melibatkan beberapa stakeholder untuk rencana ini. (T2)