JAKARTA – Menurut penuturan Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Marwan Jafar, saat ini pemerintah sedang mengembakangkan program transmigrasi untuk di wilayah perbatsan Indonesia-Malaysia. “Ini akan menjadi skala prioritas pengembangan kawasan perbatasan Indonesia dengan Malaysia yang ada di sepanjang perbatasan di Pulau Kalimantan,” katanya di Jakarta.
Kabarnya program yang sedang digodok itu berupa pola skim inti-plasma, dengan komoditas sawit sebagai tanaman yang akan dikelola masyarakat (plasma) lewat kerjasma dengan pihk swasta sebagai inti.
Dengan program itu masyarakat bakal memperoleh lahan seluas 0,25 ha untuk pekarangan dan rumah yan disubsidi dari Pemrintah, sementara sekitar 3 ha untuk pengembangan komoditas perkebunan, bakal menjadi beban masyarakat lewat pola kredit.
Kabarnya pengembangan komoditas perkebunan bakal di fokuskan di wilayah Kalimantan Barat dan Timur, sementara untuk tanaman hutan bakal di fokuskan ke Kalimantan utara tepatnya di Kabupaten Nunukan dan Malinau. Untuk tanaman kehutanan, polanya adalah Hutan Tanaman Rakyat Transmigran diusahakan memperoleh lahan dengan status hak milik, yang berada di luar kawasan hutan. (T2)






