InfoSAWIT – REDELONG, Keberadaan lahan kelapa sawit di Bener Meriah hingga kini belum memberikan kontribusi apapun untuk daerah tersebut. Pasalnya, perluasan lahan kelapa sawit yang dilakukan perusahaan atau pribadi di Kecamatan Pintu Rime Gayo, kabupaten setempat semakin marak, tapi belum memberi pendapatan bagi daerah penghasil kopi itu.
Karena itu, Anggota Komisi A DPRK Bener Meriah, Rizal Fahlevi mempertanyakan manfaat perluasan kebun sawit di Pintu Rime Gayo tersebut. “Sebab, kita tak tahu persis apa kontribusi untuk daerah dari keberadaan kebun sawit tersebut,” kata Rizal kepada Serambi, Minggu (24/5) kepada Tribun news.
Selama ini, kata Rizal, perluasan areal kebun kelapa sawit di Pintu Rime Gayo semakin tidak terkendali. Bahkan, menurutnya, ada perusahaan kebun kelapa sawit asal Bireuen yang sudah mencaplok sebagian wilayah Bener Meriah. “Ini juga perlu kita pertanyakan, khususnya terkait dengan izin serta status penggunaan lahan itu,” ujarnya.
Ironisnya lagi, lanjut Rizal, perusahaan itu belum memberikan manfaat bagi daerah. “Pemkab Bener Meriah terkesan tutup mata dengan masalah ini. Kami juga tak pernah menerima laporan soal keberadaan kebun kelapa sawit itu,” paparnya. (T2)









