Berita Lintas
sawitbaik

Kepastian Harga dan Kebijakan, Dorong Tumbunya Industri Biodiesel



Kepastian Harga dan Kebijakan, Dorong Tumbunya Industri Biodiesel

Bekasi - Kepada InfoSAWIT di kantornya yang berlokasi di Bekasi belum lama ini, Direktur Utama PT Multi Energi Nabati, Aslam Klyubi membeberkan peluang Indonesia menjadi produsen utama energi terbarukan di dunia, utamanya untuk biodiesel. Terlebih Indonesia merupakan produsen minyak sawit mentah (CPO) utama dunia. Sehingga kalau dari sisi ketersediaan bahan baku, sudah barang tentu tidak usah diragukan lagi, lantaran sangat mencukupi bahkan berlebih.

Hanya saja tinggal keseriusan dan komitmen pemerintah dalam mendorong industri biodiesel nasional untuk cepat bertumbuh. Salah satunya menyangkut kesepakatan harga. “Harga adalah instrumen yang paling penting,” katanya.

Sayangnya sampai saat ini polemik harga pembelian biodiesel dari produsen belum juga menemui kesepakatan. Padahal dengan munculnya beleid penyerapan biodiesel, yang telah dua kali dilakukan revisi, diharap bakal mampu menumbuhkan industri biodiesel nasional untuk memasok bahan bakar solar berbasis minyak nabati, sebagai pengganti solar berbasis fosil.

Hanya saja Aslam menilai, saat ini pemerintah masih nampak galau atau gamang dalam upaya mengembangkan industri biodiesel nasional. Padahal berdasarkan hitungan, jika saja industri ini bisa memasok 20% dari total kebutuhan solar pada 2016 mendatang, setidaknya dibutuhkan sekitar 8 juta Kilo Liter (KL).

Sementara kapasitas produksi industri biodiesel nasional masih sebanyak 5,6 juta KL, maka sudah bisa dipastikan jika sampai dua tahun kedepan tidak ada penambahan kapasitas bakal ada kekurangan pasokan. “Namun untuk menambah kapasitas itu kan butuh investasi, kami pun menghadapi dilema,” kata pria paruh baya ini. (T2)