INFOSAWIT, BENGKULU – Petani kelapa sawit di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, mengeluhkan rendahnya harga jual tandan buah segar (TBS) milik mereka yang hanya mencapai Rp 900/kg dari sebelumnya Rp 1.500 per kg.
Seorang petani sawit asal Kaur, Supri (37) kepada SP, di Bengkulu, Minggu (31/5/2015) mengatakan, anjloknya harga sawit di daerah ini sangat dikeluhkan petani, karena pendapatan dari hasil panen mereka anjlok dari biasanya.
Selain itu, harga TBS juga tak seimbang dengan harga barang kebutuhan pokok, yang terus merangkak naik menjelang bulan Ramadan. “Sekarang ini pendapat petani sawit di Kaur, benar-benar merosot karena harganya hanya Rp 900/kg," ujarnya.
Menurutnya harga TBS sebesar Rp 900/kg ini tidak sebanding dengan biaya pemeliharaan kebun yang dikeluarkan petani semakin tinggi. Hal ini terjadi karena harga pupuk, racun rumput, dan alat pertanian lainnya di Bengkulu terus meningkat.
“Kalau harga TBS di Kaur seperti ini dan tidak beranjak naik ke depan dapat dipastikan sebagian besar petani tidak bisa merawat kebunnya. Ini terjadi karena hasil panen tidak seimbang dengan biaya perawatan kebun yang harus dikeluarkan petani,” terangnya. (T3)







