Berita Lintas
sawitbaik

INFO BGA : BGA GOES TO CAMPUS USU



INFO BGA : BGA GOES TO CAMPUS USU

Kata siapa semua kenal dengan sawit, akibat informasi yang masih sangat minim membuat sebagian masyarakat belum paham betul apa itu sebenarnya sawit, tidak terkecuali masyarakat kampus.

Padahal, tanpa terasa semua kegiatan manusia sehari-hari, mulai dari bangun tidur di pagi hari hingga tidur kembali tatkala matahari kembali menghilang dari langit, telah menggunakan minyak nabati yang bersumber dari minyak sawit mentah atau kerap disebut CPO.

Diakui atau tidak penggunaan minyak sawit untuk kebutuhan sehari-hari, kian waktu semakin luas, contohnya sabun, pasta gigi, sampo bahkan sampai bahan perias wajah pun tak luput menggunakan bahan baku dari sawit. Termasuk penggunaan sawit untuk minyak goreng, produk roti dan kue. Wajar  jika menurut penelitian produk-produk yang terdapat di super market sekitar 54% kabarnya mengandung minyak sawit.

Itu baru produk customer care dan makanan, nah pada lima tahun terakhir penggunaan minyak sawit untuk bahan bakar pun mulai tren digunakan, utamanya bagi negara-negara yang tergabung dalam wilayah Uni Eropa. Di Indonesia sendiri kewajiban penggunaan campuran miyak sawit dengan minyak solar telah dilakukan semenjak 2008 silam. Kini bahkan pemerintah telah mendorong penggunaan campuran minyak sawit sebanyak 15% (B15) dengan solar.

Dengan demikian jelas, bahwa minyak sawit telah masuk ke seluruh sendi kehidupan manusia, dan nampaknya tidak mudah bagi manusia untuk melepaskan minyak sawit dari kebutuhan hidup. Apalagi minyak sawit merupakan minyak nabati dengan harga paling ekonomis, selain memiliki keunggulan lain dari minyak nabati lainnya.

Dengan harganya yang rata-rata lebih ekonomis dibanding dengan minyak nabati lain, minyak sawit pun menjadi pilihan subtitusi bagi produsen makanan dan energi terbarukan di dunia. Wajar bilamana permintaan minyak sawit di dunia terus melambung. Kondisi demikian justru berimplikasi positif terhadap perekonomian nasional, yang mana industri kelapa sawit memiliki kontribusi tidak sedikit bagi pendapatan devisa negara, termasuk pembukaan lapangan kerja baru.

Merujuk catatan Oil Word, pada periode 2008 sampai 2012 produksi minyak dan lemak di dunia mencapai sekitar 108 juta ton, sementara konsumsi dunia telah mencapai 132 juta ton. Dengan demikian jelas, masih ada defisit pasokan sekitar 24 juta ton.

Bagi Indonesia kondisi demikian memberikan kesempatan kepada industri kelapa sawit nasional untuk terus tumbuh. Bahkan, kegiatan ekspor CPO acap mendominasi nilai ekspor non-migas nasional.

Sayangnya, beragam keunggulan minyak sawit itu belum banyak diketahui banyak oleh masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia sendiri. Sebab itu dibutuhkan penyebaran informasi yang luas, namun tetap objektif kepada seluruh masyarakat, bahwa industri kelapa sawit merupakan sektor unggulan yang dapat mensejahterakan masyarakat, sekaligus sebagai solusi dalam menekan angka kemiskinan.

Sebagai salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Group, mencoba mengajak masyarakat untuk bisa mengenal lebih jauh industri kelapa sawit, berikut tantangan-tantangannya.

Sehingga harapannya . . .