MAMUJU – Keluhan petani atas pembelian buah kelapa sawit (TBS) yang rendah oleh pabrik olahan kelapa sawit, mendapat tanggapan dari pihak PT Unggul Widya Lestari yang beroperasi di Baras, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat.
Menurut Kuasa Direksi PT Unggul Widya Lestari Area Sulawesi, Muchtar, Rabu (8/10/2014), perusahaan menurunkan harga TBS milik petani karena baiaya pengolahannya mahal. “Harga TBS kami turunkan karena dalam mengolah hasil sawit petani menjadi minyak sawit (CPO) kami mengeluarkan banyak biaya," katanya, seperti dikutip Antara Sulsel.
Selain itu turunnya harga pembelian TBS ini, disebabkan pabrik pengolah hasil sawit untuk menjadi CPO milik PT Unggul Widya Lestari umurnya sudah tua, sehingga butuh banyak biaya operasional.
"Umur pabrik kami sudah lebih dari 20 tahun makanya biaya operasionalnya tinggi, makanya harga TBS sawit kami turunkan," ujarnya.
Muchtar juga menambahkan, turunnya harga sawit petani juga disebabkan biaya pengangkutan hasil sawit petani dari kebun ke pabrik olahan yang cukup jauh, yaitu mencapai 32 km. (T3)










