INFO SAWIT, SAROLANGUN - Kegiatan Pengembangan Model Usaha Tani Integrasi Sawit-Sapi pada Perkebunan Rakyat Menuju Pertanian Bioindustri Berkelanjutan di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi mulai diimplementasikan.
Dalam keterangan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPPT) Jambi, Senin (8/6/2015), kegiatan yang sudah berjalan adalah pemberian pakan ternak berupa pelepah kelapa sawit yang sudah dihaluskan, fermentasi pelepah kelapa sawit dan pengolahan tandan kosong kelapa sawit menjadi kompos.
Pengolahan tandan kosong (Tankos) kelapa sawit menjadi kompos menggunakan decomposer terbaru yang dirilis oleh Balai Penelitian Tanah. Dekomposer ini juga masih dalam tahap uji coba di lapangan sehingga dalam kegiatan ini juga dilakukan pengomposan tankos menggunakan dekomposer tersebut.
BPPT Jambi menyebutkan, bahwa kegiatan ini melibatkan anggota kelompok tani Segar Jaya, Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun.
Dijelaskannya Tankos yang didatangkan dari pabrik terlebih dahulu dicacah untuk kemudian dihaluskan dengan alat chopper. Setelah dihaluskan, tankos dimasukkan ke dalam bak pengomposan lalu ditaburi dengan decomposer. Cacahan tankos yang sudah ditaburi decomposer kemudian ditutup dengan terpal. Diharapkan tankos dapat menjadi kompos setelah 1,5 bulan.
Kegiatan pengolahan tankos menjadi kompos ini, tutur BPPT Jambi, hanya salah satu dari serangkaian di kegiatan bioindustri sawit-sapi ini. Masih banyak sub kegiatan yang dilaksanakan untuk mendukung kegiatan ini dan diharapkan dapat menghasilkan suatu produk yang menjadi unggulan dan dapat dikomersialkan secara industri. (T3)









