SAMARINDA - Dua Pengamat Ekonomi Makro Universitas Mulawarman (Unmul) Zamruddin Hasid dan Aji Sofyan Effendi berpendapat jatuhnya harga tandan buah segar (TBS) Provinsi Kalimantan Timur bulan Oktober pada level Rp 1.469,45 per kilogram (Kg) untuk usia 10-25 tahun, dapat menyengsarakan petani.
Menurut mereka penurunan pada Oktober tahun ini menjadi yang terbesar, yakni mencapai Rp 224,80 per Kg, dari harga September yang ditetapkan Rp 1.694,25 per Kg. Tren negatif ini terjadi berturut-turut sejak enam bulan lalu, sejak Mei. Kenaikan harga terakhir terjadi April lalu, yang masih menyentuh Rp 1.882,49 per kilogram.
Selain di level hulu, penurunan harga hasil produksi kelapa sawit juga terjadi pada minyak sawit mentah (CPO). Sempat membaik pada Agustus lalu hingga USD 870 per metrik ton, Oktober ini, harga CPO global kembali jatuh ke USD 726 per metrik ton. "Yang terkena imbasnya secara langsung di sektor pertanian adalah para petani," ucap Aji Sofyan, seperti dilansir Kaltim Post, Selasa (7/10/2014).
Lanjutnya ia mengatakan, TBS hanyalah sebagian kecil dari sektor pertanian yang ada di Kaltim. Artinya, secara makro tak akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kaltim. Dapat dikatakan, hanya memiliki pengaruh kecil dan merugikan petani. (T3)










