INFO SAWIT, TOKYO - Permintaan minyak sawit diperkirakan akan naik menyusul langkah Amerika Serikat untuk menghilangkan lemak trans dari makanan olahan. Langkah ini akan memaksa produsen untuk meninggalkan metode manufaktur menggunakan kedelai dan minyak lainnya.
Food and Drug Administrationmengatakan,sejauh initerbatasnya penggunaan minyak sawitmempengaruhi harga perdagangan CPO, namun kedepan diperkirakan mengangkat harga komoditas tersebut di pasar internasional. Tercatat harga CPO pada perdagangan berjangka di pasar Malaysia, Kamis (18/6), tetap stabil di sekitar RM2.240 (US$ 603,93) per ton.
Sebuah metode menggunakan minyak kedelai dapatmenciptakan lemak trans telah dilarang di AS dan Eropa
Menurut seorang pejabat di prosesor minyak mengatakan, permintaan minyak sawit diperkirakan akan tinggi sebagai pengganti. “Tidak seperti kebanyakan lemak nabati, minyak kelapa sawit tetap solid dekatsuhu yang tinggi,” ujarnya seperti dilansir Nikkei.
Perusahaan Jepang juga telah mengurangi kandungan lemak trans dari minyak nabati tersebut dalam beberapa tahun terakhir. (T3)










