INFO SAWIT, SINGAPURA – Perusahaan perkebunan kelapa sawit di Malaysia, Felda Global Ventures (FGV) Holdings, secara agresif memperluas kelapa sawit meskipun pasarnya saat ini sedang menurun.
Minyak kelapa sawit memberikan kontribusi penting dalam pertumbuhan industri Malaysia. Tercatat kontribusinya mencapai 5% sampai 6% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Malaysia. Produk tersebut digunakan Tiongkok dan negara-negara berkembang lainnya seperti minyak goreng. Ada waktu ketika banyak permintaan dari produk tersebut membuat konsesi karet beralih kepada kelapa sawit.
Permintaan sawit Malaysia semakin menurun karena pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat dan ekspor Malaysia yang kehilangan momentumnya. Hal ini dapat terlihat dari nilai ekspor minyak sawit Malaysia pada Januari-April 2015 turun sebesar 20% dibandingkan tahun sebelumnya.
Nikkei memberitakan, Senin (22/6/2015), Felda Global berasosiasi dengan otoritas pengembangan tanah negara federal Pemerintah malaysia terdaftar dalam Bursa Malaysia pada 2012, dimana pemegang saham utama adalah dana yang berafiliasi pemerintah.
Semenjak Pemerintah Malaysia memposisikan minyak sawit sebagai industri utama, perluasan sawit oleh Felda Global dapat dikatakan mengikuti keinginan pemerintah.
Pada 12 Juni 2015 lalu, Felda Global mengumumkan akan mengakuisisi 37% saham perrusahaan kelapa sawit di Indonesia yakni PT Eagle High Plantations (BWPT) dengan nilai US$680 juta. Eagle memiliki 4.250 km persegi lahan kelapa sawit yang 67% berada di Kalimantan, atau tepat disebrang perbatasan Malaysia.
Bahkan untuk fokus pada kelapa sawit, pada awal Mei, CEO Felda Global, Mohd Emir Mavani Abdullah mengatakan kepada koran lokal bahwa perusahaanya berencana untuk menjual lini bisnis nonutama, termasuk di dalamnya ada agensi perjalanan dan perusahaan real estate dengan fokus kepada usaha kelapa sawitnya.
Laba Felda Global mengalami penurunan seiring dengan anjloknya harga minyak sawit internasional. Tercatat laba bersih perseroan pada kuartal pertama 2015 turun 98% dibandingkan tahun lalu.
Dalam lingkungan bisnis ini, Felda Global lebih memilih strategi untuk membeli diharga terendah, dan mendapatkan keuntungan ketiga harganya mengalami kenaikan.
Namun investor tampaknya tidak terlalu memperhatikan ini. Saham Felda Global pada hari Senin (22/6) jatuh 11,3% setelah membeli saham Eagle High. (T3)







