INFO SAWIT, KUALA LUMPUR - Turunnya nilai mata uang ringgit tidak akan mempengaruhi bisnis Felda Global Ventures Holdings Bhd (FGV), tetapi di sisi lain, akan meningkatkan ekspor komoditas perkebunan sawit oleh perusahaan asal Malaysia ini.
Ketua FGV Tan Sri Mohd Isa Abdul Samad mengatakan, perusahaan saat ini di tengah memperluas sumber-sumber pendapatan melalui sektor perkebunan, yang memberikan kontribusi 75% terhadap pendapatan.
Ia menjelaskan, keputusan untuk memperluas lahan perkebunan sawit Felda di Indonesia dengan mengakuisisi 37% saham PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT) anak usaha dari Rajawali Group seperti yang dilaporkan baru-baru ini karena keterbatasan lahan di Semenanjung Malaysia dan Sarawak.
FGV mengatakan akuisi tersebut diputuskan setelah mempertimbangkan, antara lain akuisisi perkebunan kelapa sawit yang dilakukan sejak 2013 oleh perusahaan perkebunan lainnya seperti pengambilalihan New Britain Palm Oil Ltd (NBPOL) oleh Sime Darby Bhd pada tahun 2014 dan Unico-Desa Plantations Bhd oleh IOI Perusahaan Bhd.
“Sebelum ini, FGV memiliki sekitar 20.000 sampai 30.000 hektar di Kalimantan, Indonesia dan sekarang kita berada dalam diskusi akuisisi dengan PT Rajawali,” katanya seperti dikutip Bernama, Selasa (23/6/2015). (T3)










