INFO SAWIT, DUMAI - Gas menjadi faktor penting dalam pengembangan oleochemical, maka dari itu perusahaan pengolahan oleochemical di Dumai tidak dapat mengembangkan produknya lantaran gas tidak ada.
Padahal olahan oleochemical dari kelapa sawit bisa menghasilan puluhan macam produk yang punya nilai jual tinggi. Masalah ini dialami puluhan perusahaan pengolahan CPO yang berada di Dumai.
“Perusahaan CPO di Dumai tidak bisa melakukan pengolahan oleochemical lanjutan disebabkan tidak adanya gas tersebut,” jelas GM Wilmar Group Tanmin, Rabu (24/6/15), seperti dikutip Riau Terkini.
Lebih lanjut katanya, gas alam sangat vital bagi keberlangsungan industri pupuk dan CPO. Gas tidak dipakai untuk bahan bakar, tapi sebagai bahan baku produksi. Proses yang terjadi di oleochemical biasanya terjadi di sebuah reaktor bernama spliting yang berfungsi untuk memisahkan CPO atau CPKO sehingga menjadi fatty acid dan glycerine memerlukan gas.
Sebab, reaksi yang terjadi di dalam spliting adalah reaksi Hidrolisa dengan bantuan air bertekanan 50 bar dan air dengan temperatur 250 derajat celcius.
“Dalam proses produksi oleochemical ini, ketersediaan gas sangat penting. Dan gas ini yang sampai sekarang belum ada di Dumai. Ini masalah industri di Dumai,” terangnya. (T3)










