Berita Lintas
sawitbaik

Ditengarai Merusak Mesin, Malaysia Batal Terapkan B10?



Ditengarai Merusak Mesin, Malaysia Batal Terapkan B10?

INFO SAWIT, KUALA LUMPUR - Malaysia belum siap untuk melaksanakan program biodiesel 10% (B10) karena spesifikasi mesin kendaraan hanya mampu bekerja menggunakan biodiesel 7% (B7).

Ketua Asosiasi Otomotif Malaysia (MAA), Datuk Aishah Ahmad mengatakan, pemerintah perlu meninjau pelaksanaan program B10 ini mengingat potensinya dapat merusak mesin kendaraan.

“Pemain industri masih belum siap dengan pelaksanaan program B10, dan sejauh ini industri hanya dapat menggunakan B7. Dari segi spesifikasi, mesin kendaraan akan mudah rusak dan garansi juga tidak dapat disediakan,” katanya kepada Bisnis AWANI, Senin (29/6/2015).

Perusahaan-perusahaan mobil dan asosiasi yang terkait telah menyuarkan kekhawatiran mereka tentang pelaksanaan program B10 pada Oktober ini.

Sebelum ini, BMW Malaysia mengatakan hasil penelitian penggunaan B10 sudah menunjukkan masalah teknis yang melibatkan asam lemak sawit methyl ester yang menipiskan minyak motor ke lumpur minyak yang terus mengurangi pelumasan dan ini memberikan risiko kerusakan mesin yang tinggi.

Volkswagen Malaysia mengatakan dampak buruk penggunaan B10 pada mesin kendaraan akan membuang garansi kendaraan tersebut.

Institut Otomotif Malaysia menekankan pelaksanaan program ini harus dibahas secara rinci serta pertimbangan yang lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Perusahaan Perladangan dan Komoditi, Datuk Seri Douglas Uggah Embas mengatakan, pemerintah masih dalam diskusi tentang mandat B10 ini. Langkah pelaksanaan program itu adalah untuk mendukung sektor minyak sawit dan mengontrol persediaan serta mengurangi ketergantungan pada bahan bakar.

Di bawah Rancangan Malaysia Ke-11 (RMK-11), pemerintah menargetkan untuk melaksanakan mandat B15 pada tahun 2020. (T3)