INFO SAWIT, MEDAN - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan bahwa ekspor lemak dan minyak hewan/nabati Sumatera Utara ke negara tujuan Belanda dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) mengalami penurunan.
Penurunan ini, menurut Sekretaris Apindo Sumut, Laksamana Adiyaksa, lantaran kampanye hitam yang dilakukan eropa terhadap industri minyak kelapa sawit.
“Penurunan ke Belanda akibat kampanye negatif sawit di Eropa, sedangkan ke RRT akibat kebijakan negara itu menekan impor di tengah pasar yang masih lesu,” tuturnya Minggu (5/7/2015), seperti dilansir Antara.
Ia menjelaskan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut menunjukan nilai ekspor lemak dan minyak nabati ke Belanda turun menjadi US$42,667 juta atau sekitar 20,26% dari tahun lalu.
Sedangkan ekspor ke Negeri Tirai Bambu anjlok 68,81% atau hanya mencapai US$88,301 juta. (T3)







