INFO SAWIT, BANDA ACEH – Perambahan hutan yang tidak terkontrol serta pengalih fungsi kawasan hutan menjadi perkebunan kelapa sawit maupun lainnya ditengarai telah mengancam Habitat orang utan di Provinsi Aceh.
Sehingga kedepan, kata Koordinator Kampanye Orangufriend Aceh, Retno Sugito, jika tidak ada pencegahan dan penanggulangan secara serius dikhawatirkan populasi mereka akan menyusut.
“Akibat habitatnya terancam, populasi orang utan di Aceh juga semakin menyusut. Kini, jumlah populasinya mengkhawatirkan,” katanya seperti dikutip Antara Aceh, Selasa (7/7/2015).
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei tahun 1990 populasi orang utan di Aceh mencapai 80 ribu jiwa. Namun pada tahun 1995 jumlahnya hanya 12 ribu, atau mengalami penurunan secara drastis.
Kemudian survei yang dilakukan tahun 2004, orang utan disana tersisa 7.500. Sementara kondisinya semakin memprihatinkan, tercatat tahun 2009 hanya tinggal 6.000. “Diyakini sekarang jumlah orang utan menyusut hingga 80%,” sebutnya.
Oleh karena itu, kata Retno, lembaga Centre for Orangutan Protection, terus mengampanyekan penyelamatan orang utan di Indonesia dan Aceh pada khususnya. (T3)










