INFO SAWIT, JAKARTA – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) siap memberikan dukungan kepada perusahaan perkebunan milik Negara dalam menjalankan program integrasi sawit-sapi.
Program yang bertujuan untuk memenuhi daging nasional ini, dalam prakteknya yakni dengan memanfaatkan kebun kelapa sawit sebagai ternak sapi dimana pakan ternaknya dari tanaman sawit.
Selain dilihat ketersediaan bahan pangan yang cukup memadai, integrasi sawit-sapi ini juga dinilai cukup ekonomis.
Dirut PT Perkebunan Nusantara VI, Iskandar Sulaiman, mengatakan urgensi program geografis yang kurang savana dianggap tidak memungkinkan untuk swasembada.
”Ternyata asumsi tersebut salah. Pada kenyataannya kita memiliki sumber pakan berlimpah dari kelapa sawit. Masalah sebenarnya adalah kita belum mampu mendapat bibit sapi yang mudah dan murah diperoleh,” katanya saat menerima kunjungan Kepala BPPT, di Unit Integrasi Sawit Sapi, PTPN VI, Jambi, (10/7/2015)
Sementara Kepala BPPT Unggul Priyanto menegaskan bahwa jajarannya siap mendukung program tersebut. Apalagi, katanya, BPPT sudah punya pengalaman terkait pengembangan sapi dan sawit ini. Diantaranya diKabupaten Pelalawan, Riau, dimana BPPT setempat telah melakukan pembinaan terhadap kelompok peternak dan perkebunan sawit rakyat pelalawan.
“Hasilnya memuaskan diantaranya sudah dilakukan teknologi pakan bioteknologi dan teknologi produksi, seperti penggembalaan terkontrol, pakan lengkap, teknologi reproduksi dan lainnya,” ungkapnya seperti dilansir laman BPPT. (T3)







