Sebagai salah satu produsen benih sawit tertua di Indonesia, PT Socfin Indonesia kian memperkuat pondasi risetnya dengan dua laboratorium yakni Laboratorium Tissue Culture Dan Biomolekuler
Dengan berdirinya laboratorium tissue culture (kultur jaringan) dan biomolekuler, memperkokoh komitmen PT Socfin Indonesia (Socfindo) di jagat riset kelapa sawit nasional guna menghasilkan benih sawit yang unggul.
Dua laboratorium itu dibangun di Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari unit Socfindo Seed Production and Laboratories (SSPL).
Menurut penuturan Bupati Serdang Berdagai, Soekirman, berdirinya dua laboratorium riset itu telah membuat bangga masyarakat Serdang Berdagai, lantaran dua laboratorium riset berteknologi tinggi berdiri di kabupaten Serdang Berdagai. “Saya bangga ternyata produsen kecambah kelas dunia ada di Kabupaten Serdang Bedagai ini,” katanya seperti dalam siaran resmi perusahaan yang diterima InfoSAWIT belum lama ini.
Soekirman pun berharap, benih sawit hasil produksi PT Socfindo yang telah di tanam tidak hanya di Indonesia, namun sampai ke negara-negara Afrika, Amerika Latin dan Asia juga bisa dinikmati petani, sehingga produktivitas kebun kelapa sawit milik petani bisa terkerek naik, dengan demikian pendapatan petani pun meningkat. “Sehingga kehidupannya bisa tambah sejahtera,” tutur Soekirman.
General Manager PT Socfindo, Andi Suwignyo menuturkan, . . .










